12 Kuliner Khas Makassar yang Siap Memanjakan Lidah Kamu

 
7

Terletak di pesisir pantai, Makassar merupakan kota yang belakangan cukup mampu menarik daya tarik wisatawan lokal maupun internasional. Bukan hanya karena keragaman budaya, dan beberapa destinasi wisata yang mulai dikembangkan, melainkan juga karena wisata kuliner yang mulai terkenal bersama dengan perkembangan era digital yang tak pernah ada hentinya.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, kota yang sudah bertransformasi menjadi kota metropolitan ini ternyata menyimpan beragam kuliner yang sanggup memanjakan lidah siapapun penikmatnya. Mulai dari makanan pembuka, makanan utama, hingga makanan penutup.

Orang Makassar sendiri cenderung menyukai kebiasaan yang unik dalam soal selera makan, mereka cenderung memiliki kebiasaan menambahkan jeruk nipis pada setiap makanan yang berkuah. Lagi, saat berada di Makassar, jangan kaget jika melihat orang menyantap pisang goreng menggunakan sambal terasi, hal ini memang tampak aneh bagi orang luar, namun dalam lingkungan lokal sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar.

Untuk itu, artikel ini akan membahas beberapa kuliner yang populer di Makassar, yang tentunya sangat sayang jika lidah tidak sempat merasakannya.

12 Kuliner ini akan banyak kamu temui jika berkunjung ke Makassar, sayang sekali jika kamu melewatkannya

1. Coto Makassar

Makanan tradisional yang selalu menjadi hidangan andalan dan bahkan merambat jadi ikon yang sudah melekat beberapa tahun belakangan. Coto sendiri mirip seperti rawon, namun rasanya berbeda, kuah Coto lebih kental dan aroma rempahnya lebih terasa. Coto selalu disajikan dalam mangkuk kecil berisi jeroan sapi/kerbau, di atasnya ditaburi dengan bawang goreng dan daun bawang. Selain itu menyatap Coto akan jauh terasa lebih sempurna jika disandingkan dengan ketupat sebagai pengganti nasi. Harga coto satu porsi berkisar Rp10.000 s/d Rp15.000 permangkuk, sedangkan ketupat Rp1.000 s/d Rp2.500  per buah.

2. Pallu Bassa

Bagi orang awam, tentu akan sulit membedakan antara Coto dan pallu basa karena wujudnya yang hampir mirip. Namun, kedua sajian ini tentu berbeda dari cara memasak dan penyajiannya. Pallu Basa sendiri biasa disantap dengan nasi, kuahnya biasanya ditaburkan kelapa goreng, juga ada telur mentah yang pecahkan di atas kuah Pallu Basa. Untuk harga, Pallu Basa umumnya seharga dengan Coto Makassar.

3. Konro

Pencinta makanan berkuah pasti akan puas berada di Makassar, karena tidak hanya Coto dan Pallu Bassa saja, masih ada Konro yang juga menjadi makanan trasional populer yang sayang jika tak dicicipi. Konro merupakan sup iga sapi yang dimasak dengan bumbu khas yang membikin lidah tidak bisa berhenti borgoyang.

4. Barongko

Bosan dengan makanan berat, mari mencicipi Barongko, salah satu jajanan tradisional lokal dengan rasa manisnya yang khas. Terbuat dari pisang sebagai bahan utama yang dihaluskan bersama telur, gula pasir, santan dan garam lalu dibungkus dengan daun pisang, dikukus lalu didiamkan di dalam kulkas. Barongko memang paling nikmat jika di santap saat dingin.

5. Es Poteng

Identik dengan cuaca yang panas, saat berada di Makassar memang tidak ada salahnya mencicipi Es Poteng. Terbuat dari tape ubi yang disajikan bersama sirup dan susu, serta es serut membuat Es Poteng menjadi incaran orang banyak. Terlebih, dengan sudah mulai sulitnya tempat yang menjual Es Poteng di Makassar.

6. Pisang Ijo

Tak banyak yang tahu bahwa Pisang ijo merupakan jajanan tradisional Makassar karena penjualnya yang memang sangat jarang ditemukan. Jajanan ini biasanya banyak dijual hanya pada saat bulan Ramadhan. Pisang Ijo sendiri merupakan pisang raja yang dibalut dengan gulungan dadar berwarna hijau, disantap dengan lumuran kuah kanji dengan susu dan sirup manis yang membuat tampilan Pisang ijo menjadi lebih menggoda untuk dicicipi. Tidak jarang juga Pisang ijo ini disajikan dengan es serut atau dalam keadaan dingin.

7. Jalangkote’

Mendengar namanya saja sudah mengundang rasa penasaran akan wujud dari jajanan yang satu ini. Pastel ala Makassar ini memiliki rasa yang tak ada duanya, bisa disantap kapan saja. Isi Jalangkote’ pun beragam, tergantung dari tempat dijualnya. Namun, pada umumnya Jalangkote’ berisi mie, irisan telur rebus, wortel dan kentang. Jajanan ini juga sangat sering dijadikan oleh-oleh atau suguhan saat sedang berkunjung ke rumah keluarga.

8. Pisang Epe’

Nah, kalau jajanan yang satu ini paling banyak ditemukan di pinggir pantai Losari. Penjual pisang Epe’ berjejer sejak sore hingga larut malam. Pisang Epe’ memang paling nikmat di santap di tepi pantai sambil menikmati deburan ombak pantai yang menyejukkan pikiran. Semakin menarik, kini pisang Epe’ tersedia dalam berbagai varian rasa, tidak hanya coklat dan keju. Rasa nanas dan durian pun juga sudah tersedia sebagai pilihan.

9. Gogos

Makanan yang satu ini mudah ditemukan apalagi saat menjelang lebaran. Berasal dari beras ketan hitam yang dicampur dengan santan, lalu dibungkus rapi dengan daun pisang, biasanya disantap dengan berbagai lauk saat acara keluarga. Gogos juga banyak dijual di kawasan pantai losari dengan harga yang tidak begitu mahal tentunya.

10. Buroncong

Namanya unik, begitupun rasanya. Buroncong ini termasuk jajajan yang gemari anak kecil, berbahan  dari tepung terigu yang dicampur dengan parutan kelapa muda, soda kue, gula dan juga santan, yang kemudian dituang ke dalam cetakan yang sudah dipanaskan. Buroncong sering disantap di pagi hari sebagai pengganti sarapan.

11. Songkolo

Kalau makanan yang satu ini dijamin rasanya menghipnotis. Beralaskan daun pisang, kentan, ikan teri, sambal dan kepala goreng menjadi hidangan yang menggiurkan jika di santap saat malam hari. Umumnya Songkolo ini banyak dijumpai pada saat malam hari saja.

12. Sarabba’

Tidak sampai sebatas makanan saja, Makassar juga punya minuman andalan yang kepopulerannya tak lekang oleh waktu. Minuman yang diganrungi oleh kalangan pria ini dipercaya mampu menambah stamina dan menghangatkan tubuh. Rasa jahe yang bercampur santan dan gula merah menjadi rasa khas yang membuat siapapun yang mencicipinya takkan pernah lupa akan rasanya.

Nah, bagaimana? Apakah sudah menemukan kira-kira apa yang ingin dicipipi? Tidak usah ragu lagi untuk menjadikan Makassar sebagai salah satu destinasi wisata kamu. Jika bosan dengan makanan tradisional, tak perlu khawatir karena Makassar masih menyimpan ribuan wisata kuliner yang tersebar diberbagai penjuru kota. Penjual makanan berjejer hampir di sepanjang jalan, mulai dari makanan tradisional, modern, bahkan internasional.

Namun, tidak ada salahnya mencoba mencicipi kuliner lokal karena kurang lengkap rasanya jika berada di suatu tempat namun tidak mencicipi makanan khasnya. Harga makanan di Makassar pun tidak terlalu mahal, kita tidak perlu menguras dompet terlalu dalam agar bisa kenyang. Rata-rata makanan di Makassar hanya berkisar Rp10.000 s/d Rp50.000, tergantung jenis makanan dan tempat makannya.

Untuk mengantisipasi kantong jebol, sebaiknya sebelum memilih makanan, sebaiknya mengumpulkan informasi tentang harga makanan melalui internet atau bertanya pada sanak saudara yang menetap di Makassar.

(Asabell Audida) Seorang mahasiswi perguruan tinggi Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Sastra Inggris (2014), aktif menulis fiksi remaja di wattpad.com/asabelliaa