3 Objek Wisata Terbaru di Toraja

 
0

Toraja merupakan salah satu wisata andalan di Indonesia sejak dulu. Keunikan dan daya tarik budayanya telah mengakar dalam ingatan orang-orang. Sebagian besar orang telah mengidentikkan Sulawesi selatan dengan Toraja disamping kota Makassar sendiri. Misalnya saja, saat berkunjung ke Sulawesi selatan maka sudah semestinya mereka berkunjung ke Toraja.

Wisatawan yang datang ke Toraja bukan hanya dari dalam negeri, akan tetapi banyak juga wisatawan asing yang penasaran dengan keunikan budayanya. Setiap tahunnya, toraja mampu menarik wisatawan hingga puluhan ribu. Tahun 2015 silam, menurut data BPS setidaknya ada 15371 wisatawan asing yang berkunjung dan 82673 wisatawan dalam negeri. Dari data tersebut, setidaknya ada gambaran bahwa toraja benar-benar telah menjadi tempat tujuan yang paling sering di kunjungi.

Berkunjung ke rumah adat tongkonan di Pallawa dan Kete Kesu, menikmati secangkir kopi Toraja, menyaksikan ritual adat rambu solo, hingga mengunjungi tempat pemakaman diatas tebing batu di Londa. Itu adalah tempat-tempat yang wajib dikunjungi saat ke Toraja. Namun, akhir-akhir ini mulai berkembang beberapa tempat wisata terbaru di toraja. Berikut tempat-tempat tersebut.

Berikut ini 3 dari objek wisata terbaru yang ada di Toraja

1. Negeri Diatas Awan, Kampung Lolai

Negri Diatas Awan via 1.bp.blogspot.com

Dari namanya saja, mungkin kita akan takjub saat melihat awan berada sejajar atau bahkan di bawah kita. Awan yang biasanya hanya bisa kita lihat saat menengadah ke langit, kini dapat dinikmati dengan hanya pandang lurus kedepan.

Kampung Lolai berada di kabupaten Toraja Utara. Dimana kabupaten ini merupakan pemekaran dari kabupaten induk Tana Toraja. Wisata kampung Lolai ini sendiri berada di kecamatan kapalapitu kabupaten Toraja Utara.

Lokasinya hanya sekitar 20 kilometer dari kota rantepao, ibukota kabupaten Toraja Utara. Jarak tempuh yang tidak begitu jauh dapat diakses menggunakan jasa ojek dengan tarif 30-40 ribu rupiah, tergantung bagaimana cara nego kepada tukang ojeknya. Selain itu juga terdapat angkutan umum dengan tarif 20 ribu rupiah setiap orangnya. Namun, apabila liburannya bersama keluarga atau ingin lebih mudah mengakses lokasi-lokasi lainnya terdapat fasilitas rental mobil yang harganya berkisar 350 ribu rupiah per harinya.

Kampung Lolai sendiri, memiliki gugusan pegunungan yang puncak-puncaknya bak negeri lain yang menempel pada hamparan awan-awan putih. Akan lebih indah saat menanti sinar mentari pagi di tempat ini. Bias sinar mentari dibalik awan, menciptakan keindahan yang mampu membuat mata takjub atas keindahan ciptaan Tuhan ini.

Banyak pengunjung yang mendirikan tenda di tempat ini untuk sekadar menikmati keindahan negeri diatas awan.  Beberapa rumah tongkonan sekitar puncak lolai juga mulai disewakan oleh masyarakat setempat kepada pengunjung yang membutuhkan homestay. Harga yang dipatok sampai saat ini belum ada nilai standar, hanya saja tergantung negosiasi antara pemilik tongkonan dengan pengunjung.

Walaupun namanya masih kampung, tempat ini jelasnya tidaklah kampungan. Kalau saja takut alat elektroniknya kehabisan baterai saat berkunjung ke tempat ini. Maka buang jauh-jauh ketakutan itu, karena akan ada tempat untuk mengisi baterai yang kosong tersebut. Setidaknya listrik sudah masuk di tempat ini.

2. Ollon, Hamparan Bukit yang Indah

Ollon Toraja via ksmtour.com

Teringat program acara anak-anak beberapa tahun lalu di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Telettubies nama programnya, dengan settingan di bukit yang indah dan hijau membawa Bukit di Ollon ini sebagai the real telettubies hill.

Sejauh mata memandang, hamparan bukit-bukit indah memanjakan mata orang-orang yang berkunjung kesana. Wisata ini benar-benar merupakan surga dunia yang tersembunyi. Karena untuk mengaksesnya butuh perjuangan yang tidak mudah.

Walau hanya berjarak 45 kilometer dari kota makale, ibu kota kabupaten Tana Toraja. Sampai saat ini tempat ini hanya bisa diakses dengan menggunakan jenis mobil-mobil khusus. Walaupun demikian, sepeda motor sudah bisa mengaksesnya dengan  waktu tempuh kurang lebih dua jam. Rute yang berliku akan menemani selama perjalanan ke lokasi ini. Sejauh perjalanan hamparan hijau akan memanjakan mata setiap penikmat keindahan yang melaluinya.

Rasa lelah mungkin saja akan terbayar dengan seketika saat melihat salah satu keindahan ciptaan Tuhan ini. Setidaknya berlama-lama di tempat ini akan menghilangkan beban pikiran walau sesaat. Mendirikan tenda adalah pilihan yang tepat saat berkunjung ke tempat ini. Karena sangat disayangkan dan rugi rasanya, kalau hanya menghabiskan waktu dan tenaga di perjalanan.

Menjaga kebersihan dan sampah di bawah pulang adalah salah satu tips untuk menjaga tempat yang masih perawan ini. Setidaknya surga yang tersebunyi ini, masih dapat dinikmati hingga anak cucu kita kelak.

3. Festival Lovely December Toraja

Perayaan Lovely Desember via http://rakyatku.com

Acara tahunan ini merupakan salah satu agenda yang wajib masuk dalam daftar liburan setiap tahunnya. Lovely December, adalah salah satu agenda tahunan yang diadakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Festival ini merupakan salah satu agenda terbesar di Indonesia dan sangat sayang kalau tidak mengambil bagian di dalamnya.

Mengingat ini adalah festival, jadi setidaknya ada banyak acara yang ada di dalamnya. Baik acara yang sifatnya tradisional hingga yang modern. Sehingga akan memanjakan seluruh pengunjung baik anak-anak hingga dewasa. Misalnya saja pangelaran etnis dan budaya toraja, light night run, dan sebagainya.

Filosofi mengapa mengambil acara di akhir tahun setiap tahunnya, karena mengingat di bulan itu adalah bulan desember yang mana bertepatan dengan natal dan tahun baru. Banyak orang-orang toraja yang rindu dengan suasana natal bersama keluarganya di kampung. Alhasil mereka akan terus pulang ke kampung halamannya setiap tahun dengan manjaan acara yang beragam.

Namun, jangan salah. Walaupun namanya lovely December, ini tidak tertutup hanya kepada yang akan merayaka natal saja. Karena banyak acara-acara yang tidak kalah keren dari lainnya. Misalnya saja perayaan Rambu Solo, yang sebelumnya belum jelas kapan diadakan. Namun, dengan adanya festival ini akan memudahkan orang-orang untuk mengidentifikasi kapan dan dimana Rambu Solo itu akan di adakan.

Sekedar menambahkan, bahwa Rambu Solo adalah jenis upacara adat kematian masyarakat Toraja.  Tujuan dari acara ini adalah sebagai bukti penghormatan dan untuk menghantakan arwah orang yang telah maninggal dunia ini menuju alam lain. Disini rambu solo juga dipandang sebagai upacara untuk menyempurnakan kematian orang yang telah meninggal dunia. Karena menurut kepercayaan bahwa, orang yang telah meninggal dunia itu benar-benar meninggal setelah seluruh proses upacara Rambu Solo ini disanggupi.

Sungguh Sangat benar ungkapan orang-orang tentang keindahan Toraja. Kita akan dianggap belum pernah ke Sulawesi selatan jikalau belum menginjakkan kaki di Toraja. Ada masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa kita dapatkan di tanah orang-orang bangsawan ini. Iya, Toraja arti dalam bahasa setempat berarti Toraya yang artinya tanah orang-orang besar atau bangsawan. Setidaknya nilai-nilai spriritualis akan meningkat setelah mengunjungi tempat ini.

Sudahkah kamu menandai tanggal liburanmu di kalender? Ayo ke toraja, banyak objek wisata terbaru yang menanti kamu!

Alamsyah atau lebih akrab dipanggil Alam seorang anak muda Makassar yang hobi menulis dan berselancar di dunia maya. Gabungan kedua hobinya itu membawanya menjadi seorang blogger dan penanggung jawab konten di beberapa media online. Tahun 2016 silam, dia dinobatkan menjadi salah satu Duta Damai di dunia maya, oleh Pusat Media Damai BNPT. Dia memiliki blog pribadi yang bisa diakses disini