5 Fakta Unik Yang Perlu Kalian Ketahui Tentang Kabupaten Maros

 
0

Sudah pernah ke Pantai Losari atau ke Rumah Tongkonan di Toraja, atau mungkin ke Taka Bonerate di Pulau Selayar yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya dan tidak kalah dengan Taman Air Nasional Bunaken. Bagi para travel, Sulawesi Selatan sudah menjadi destinasi wajib untuk di kunjungi. Namun ada satu kabupaten yang bisa menjadi destinasi baru jika berkunjung ke Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Maros.

Kabupaten Maros bukanlah daerah asing yang tidak dikenal. Hanya berjarak 2 jam dari kota Makassar. Maros menyajikan hal-hal unik untuk diberikan bagi siapa saja. Berpenduduk tidak lebih dari 500.000 orang membuat Maros sebagai salah satu kota padat di wilayah Sulawesi Selatan. Di daerah ini kalian dapat mengunjungi Air Terjun Bantinmurung dan Goa Prasejarah Leang-Leang yang sering kali di pelajari di buku-buku pelajaran sejarah.

Bagi kalian yang ingin mengunjungi kabupaten satu ini atau setidaknya hanya sekedar lewat. Tidak ada salahnya kalian mengetahui fakta-fakta unik seputar Kabupaten Maros atau sering disebut Buttasalewangang.

Fakta 1: Kabupaten Maros Menjadi Kabupaten Pertemuan Dua Suku Yaitu Bugis dan Makassar

Pertumuan 2 suku via makassarterkini.com

Hal unik pertama yang dimiliki Kabupaten Maros dan mungkin satu-satunya adalah percampuran dua kebudayaan besar Sulawesi Selatan dalam satu daerah.  Menurut buku referensi sejarah Kabupaten Maros. Dulunya wilayah kerajaan ini dikuasai oleh dua kerajaan besar. Kerajaan Gowa yang terkenal dengan Sultan Hasanuddin dan mewakili suku makassar dan Kerajaan Bone yang terkenal dengan keperkasaan Arung Palakka sebagai seorang bugis.

Karena itu bahasa yang digunakan oleh masyarakat maros adalah bahasa bugis dan makassar. Terkadang juga banyak dijumpai dua orang yang berbincang namun menggunakan bahasa yang berbeda satu sama lain, satu berbahasa asli makassar dan lawan bicaranya membalas dengan bertutur kata lembut dengan bahasa bugis yang kental. Kedua suku ini saling hidup rukun dan damai. Akibat hal itu kalian juga akan banyak menjumpai suku-suku kecil di maros, karena maros terkenal terbuka kepada kebudayaan lain.

Fakta 2: Menjadi Daerah Pusat Penelitian Terbesar di Indonesia Timur

Pusat Penelitian Maros via p4b.litbang.kkp.go.id

Jika kalian ingin melakukan penelitian atau mendapatkan data-data skripsi kalian terutama di bidang perikanan, pertanian atau peternakan, datanglah ke kabupaten maros. Disini kalian akan mendapatkan data-data yang lengkap mengenai topik-topik seperti itu.

Itulah keunikan dari kabupaten maros. Di Maros terdapat tiga balai penelitian terbesar di Indonesia Timur. Balai Penelitian Tanaman Sereal dan Tanaman Pangan yang terdapat di Kecamatan Turikale, balai ini dapat dengan mudah dikenali dengan banyaknya tanaman jagung di depan kantornya. Kedua dalam bidang perikanan ada Pusat Penelitian Kelautan dan Perikanan dan menjadi pusat budidaya perikanan air payau. Terakhir adalah Balai Besar Veterinar, pusat penelitian untuk bidang peternakan ini terletak tidak jauh dari Balai Besar Tanaman Sereal dan Tanaman Pangan. Balai ini adalah pusat penelitian terbesar dan menjadi pasukan terdepan dalam menghadapi berbagai wabah penyakit yang disebabkan oleh hewan seperti virus antraks dan flu burung yang sempat melanda Indonesia.

Fakta 3: Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Berada Di Maros

Bandara Lama via hellomakassar.com

Banyak orang luar Sulawesi Selatan menyangka bahwa ketika dirinya keluar dari pesawat mereka menginjakkan kaki di Makassar. Namun, faktanya Bandara Sultan Hasanuddin terletak di daerah teritorial kabupaten maros. Di mulai dari landasan pacu sampai gedung terminal semuanya berada di Maros.

Kapan sebenarnya berada di wilayah Makassar?. Jawabannya adalah ketika Anda keluar dan membayar tiket parkir. Bukan hal yang perlu di perhatikan tetapi jika kalian menyadari ketika pertama kali ke Makassar. Awak kabin akan memberitahukan bahwa Anda telah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros, bukan Makassar.

Tidak banyak bandara yang mendapatkan keistimewaan tersebut. Bahkan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia mengatakan bahwa Welcome to Kuala Lumpur. Faktanya bandara tersebut berada di wilayah Sepang, dan perlu 3 jam perjalanan dari bandara untuk sampai ke Kuala Lumpur.

Fakta 4: Memiliki Jembatan Penghubung Seluruh Wilayah Sulawesi

Jembatan Maros Via bpsdm.pu.go.id

Di Maros terdapat dua buah jembatan yang menjadi pusat penghubung seluruh daerah di Sulawesi. Jika jembatan tersebut terputus maka kalian tidak akan bisa menikmati perjalanan darat untuk menuju Toraja. Selain di Maros terdapat juga jembatan penghubung di Kabupaten Gowa yang dinamakan jembatan kembar.

Namun berbeda dengan Jembatan kembar, jembatan di maros memiliki peranan penting. Jika jembatan kembar di Gowa terputus paling jauh kalian tidak bisa menuju ke Kepulauan Selayar yang berada di ujung selatan Sulawesi Selatan.

Jika jembatan penghubung di maros terputus bukan saja Toraja tapi kalian mungkin tidak bisa menjelajahi seluruh pulau Sulawesi melalui darat jika memulai perjalanan dari Makassar. Begitu penting jembatan ini sama halnya dengan kalur sungai dibawahmya. Sungai di bawah jembatan menjadi salah satu jalan poros jalur perdagangan perikanan untuk daerah kabupaten maros.

Fakta 5: Maros Memiliki Jajanan Khas Dari Durian yang Tetap Ada walaupun Bukan Musimnya

jajanan Durian di Maros via cdn2.tstatic.net

Jika kalian berada di Maros jangan lupa untuk membeli jajanan ini. Namanya adalah roti maros. Roti ini terbuat dari adonan roti biasa berbentuk kotak dan biasanya dijual dalam jumlah yang banyak. Jika kalian menginginkan perut yang atletis dan berbentuk six-pack maka bentuk perut six-pack mirip dengan roti ini.

Keunikan roti ini adalah dari isiannya yang memakai selai kaya yang dicampur dengan durian. Keistimewaannya adalah roti ini tetap menggunakan durian asli dan buka perasa durian. Entah bagaimana  para penjualnya mendapatkan durian asli setiap hari. Walaupun yang membedakan adalah kuantiti durian yang dicampurkan ke dalam isian roti.

Jika musim durian tiba maka kalian akan merasakan durian yang sangat terasa di lidah, tetapi jika musim sudah lewat kalian akan merasakan rasa durian tetapi tidak sama dengan roti maros disaat musim durian tiba. Menariknya minat para wisatawan baik yang hanya singgah maupun yang berniat berkeliling maros tetap antusias untuk mencoba. Jika kalian ingin mencoba juga, silahkan datang ke kabupaten maros dan kalian akan disambut dengan ramah.

Kabupaten Maros memiliki potensi tidak terbatas. Sebagai salah satu kabupaten penunjang perekonomian di Sulawesi Selatan, Maros telah menjadi kabupaten yang layak dikunjungi setelah Makassar dan Tana Toraja. Kalian bisa menikmati daerah pegunungan karst dan lahan persawahan yang masih alami. Keunikan maros dan keramahan penduduknya menjadi bukti maros sebagai salah satu destinasi wisata berpotensi di Indonesia.

Maros telah menjelma menjadi sebuah daerah yang berbeda dari yang lain. Kalian akan dimanjakan dengan berbagai keindahan tetapi tetap mengedepankan sisi edukasi bagi pengunjungnya. Kalian bisa mempelajari ekosistem kupu-kupu yang mungkin kalian tidak pernah lihat sebelumnya. Di Pusat Penakaran Kupu-kupu kalian bisa belajar tentang semua jenis kupu-kupu yang terdapat di Indonesia. Jadikan Kabupaten sebagai daftar tujuan wisata kalian di saat liburan tiba. Kalian akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan tidak ada di beberapa daerah lain di Indonesia.

Lulusan tahun 2013 dari Universiti Kebangsaan Malaysia Jurusan IT yang berfokus kepada pengembangan web dan perpustakaan digital ini sedikit mengalihkan rutinitas sebagai penulis lepas sejak tahun 2010. Telah menulis di beberapa media online Indonesia. Saat ini tengah menyelesaikan penulisan buku pertamanya secara digital. Bagi yang ingin kenal lebih dekat dengan saya silahkan kunjungi blog pribadi saya disini