6 Kasus Pembegalan Sadis yang Membuat Korbannya Meninggal Dunia

 
0

Beberapa tahun belakangan ini, kasus pembegalan sangat marak diberitakan di berbagai media. Aksi merampas di tengah jalan dengan menghentikan pengendara kendaraan ini, menjadi salah satu tindakan kriminal yang mengancam siapapun, kapanpun dan dimanapun.

Makassar sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia juga menjadi kota yang seringkali diberitakan dengan kasus pembegalannya. Bahkan di tahun 2015 silam, sempat menjadi viral di media sosial tentang Makassar yang dinilai tidak aman lagi. Tentunya ini bukanlah sebuah prestasi yang harus dibanggakan, namun sebuah pembelajaran untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Kasus pembegalan biasanya terjadi di jalanan yang jauh dari kata ramai. Mereka biasanya menjarah barang berharga korban seperti barang elektronik, dompet, kendaraan, hingga tak jarang nyawa korban juga hilang ditangan mereka.

Berikut 6 Kasus Pembegalan Sadis yang Membuat Korbannya Meninggal Dunia

1. Peristiwa Pembegalan di Sudiang (27 November 2016)

Korban Begal via tribunnews.com

Peristiwa pembegalan ini terjadi  pada subuh hari yakni sekitar pukul 05.00 di depan Perumnas Sudiang. Korban pada peristiwa ini ada dua orang, seorang meninggal dunia di tempat peristiwa dan seorang lagi kritis hingga membutuhkan perawatan medis di Rumah Sakit Daya kota Makassar.

Aksi pembegalan ini diduga dilakukan oleh beberapa oknum di sekitar lokasi kejadian. Bahkan keenam rekan korban yang menjadi saksi, saat melintas di lokasi kejadian sempat menjadi sasaran dengan dilempari batu hingga dikejar. Namun, keenam saksi berhasil melarikan diri. Pada saat itu mereka melihat kedua temannya tergeletak tak berdaya dengan bersimbah darah.

Kronologinya, kedua korban dan enam orang saksi ini pulang menghadiri acara temannya di  Kabupaten Maros. Namun, ternyata kedua korban berboncengan motor lebih dulu melintas di lokasi kejadian. Sedangkan teman mereka yang menjadi saksi juga berboncengan dengan tiga motor yang menyusul di belakang.

2. Peristiwa Pembegalan di Rappocini (31 Mei 2016)

Begal Pada Malam hari via poskotanews.com

Kronologi kejadian pembegalan ini terjadi di jalan Rappocini 31 mei 2016 silam. Korbannya ada dua orang, mereka adalah sepasang kekasih yang berboncengan melintasi tempat kejadian. Satu korban sempat dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar namun ternyata nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi. Pada peristiwa itu kekasih korban juga kena pukulan dan luka lebam di bagian tubuhnya.

Korban meninggal dunia pada 19 Juni 2016 setelah mendapatkan perawatan medis selama 19 hari. Konon korban dikeroyok oleh pelaku sebanyak enam orang yang hendak mengambil barang berharga milik korban. Korban yang saat itu mempertahankan barang miliknya, tiba-tiba mendapatkan ancaman dengan sebilah parang yang mengayun kearahnya. Untungnya saat itu korban berhasil menghindar. Setelah menghindar, ternyata korban terjatuh sehingga pelaku lebih leluasa untuk mengeroyok hingga mengalami pendarahan pada bagian dadanya.

Pada peristiwa ini uang tunai senilai 40 juta raib diambil oleh pelaku begal. Uang 40 juta tersebut merupakan hasil kerja korban di Palopo. Dimana saat itu korban baru datang dari palopo dan dijemput oleh pacarnya.

3. Peristiwa Pembegalan di Antang (28 Mei 2016)

Ilustrasi pembegalan di rumah via rakyatku.com

Aksi pembegalan yang satu ini terjadi di rumah korban sendiri, beliau tinggal di Perumnas Antang. Kejadiannya berlangsung pada sore menjelang malam hari yakni pada saat orang melaksanakan shalat maghrib.

Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar pada 31 mei 2016 silam atau tiga hari setelah kejadian sadis tersebut. Korban yang juga seorang guru agama SD ini saat kejadian berlangsung, di rumahnya bersama anak dan ponakannya. Korban dikebumikan di kampung halamannya, di kabupaten Soppeng.

Pelaku yang diketahui berjumlah dua orang itu masuk kedalam rumah korban, kemudian memukul kepala korban dengan balok kayu. Sejumlah barang berhargapun dibawah kabur oleh pelaku pembegalan dari rumah korban.

4. Peristiwa Pembegalan di Gowa (21 Februari 2016)

Ilustrasi begal motor via tribunnews.com

Kejadian naas ini terjadi di depan Misi Depo Bangunan, Jl. Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa. Peristiwa pembegalan ini menelan korban jiwa, setelah korban mengalami pendarahan pada otak diakibatkan oleh terbenturnya kepala korban pada aspal jalan raya.

Aksi pembegalan ini berawal saat korban yang dibonceng oleh rekannya melintas di depan Misi Depo Bangunan. Tiba-tiba dari belakang motor mereka dipepet oleh pengendara lain yang juga berboncengan. Saat dipepet itulah begal beraksi dengan menarik tas korban. Tarik menarik tas pun terjadi antara korban dan pelaku. Karena korban tidak mampu mempertahankan keseimbangan, akhirnya korban terjatuh dari motor dan kepalanya terbentur di aspal hingga luka parah.

Warga sekitar lokasi kejadian menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit Grestelina Makassar. Namun, luka parah yang diderita korban ternyata tidak mampu diselamatkan lagi. Korban dimakamkan di kampung halamannya di kabupaten Barru.

5. Peristiwa Pembegalan di Pasar Panaikang (13 Desember 2015)

Ilustrasi aksi tarik menarik tas korban via rakyatsulsel.com

Kejadian pembegalan ini terjadi saat jam sibuk yakni sekitar pukul 13.30. Siang hari yang terik ternyata dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Aksi pelaku yang menelan korban jiwa ini terjadi di depan pasar panaikang, Makassar.

Kronologi kejadiannya adalah saat itu korban dibonceng oleh anaknya melintas di Jl. Urip Sumoharjo, kemudian dari arah yang sama di belakang motor mereka ada dua orang laki-laki yang hendak menarik tas milik korban. Tarik menarik tas pun terjadi antara korban dan pelaku. Korban tetap berusaha mempertahankan tasnya hingga terjatuh dari motor.

Korban mengalami pendarahan akibat terjatuh, kemudian dibawah ke Rumah Sakit Ibnu Sina oleh anaknya. Namun, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Korban yang merupakan warga kabupaten Takalar ini, dimakamkan di kampung halamannya.

6. Peristiwa Pembegalan di Perbatasan Gowa-Makassar (25 Agustus 2015)

Ilustrasi begal motor via harianwonosobo.com

Aksi kejahatan begal ini terjadi di Jl. Sultan Hasanuddin, Sungguminasa Kabupaten Gowa. Kejadian yang menelan korban jiwa ini berawal saat korban hendak menuju ke Makassar bersama adiknya untuk mengurus pernikahannya. Namun, ternyata tepat di gerbang perbatasan Gowa- Makassar mereka dihadang oleh pelaku begal.

Saat itu terjadi tarik menarik antara korban dan pelaku, dimana korban berusaha untuk mempertahankan harta  bendanya dari tangan pelaku yang hendak merampasnya. Korban pun terjatuh dari motor saat insiden mempertahankan tasnya. Tidak lama kemudian, mobil berkecepatan tinggi menyerempet korban.

Korban masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, namun nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi. Korban dimakamkan di kabupaten Gowa.

Itulah 6 peristiwa kriminal begal yang sadis hingga membuat korbannya meninggal dunia. Di luar sana ada banyak kasus pembegalan yang mungkin terjadi, baik yang sempat diberitakan oleh media maupun yang tidak. Sejatinya kasus pembegalan menjadi pelajaran untuk kita, untuk terus waspada dan mengupayakan keselamatan.

Mungkin kejahatan terjadi bukan hanya karena niat dari pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan untuk melakukan tindak kriminal. Semoga kasus pembegalan sadis seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Makassarta pasti aman. 🙂

Alamsyah atau lebih akrab dipanggil Alam seorang anak muda Makassar yang hobi menulis dan berselancar di dunia maya. Gabungan kedua hobinya itu membawanya menjadi seorang blogger dan penanggung jawab konten di beberapa media online. Tahun 2016 silam, dia dinobatkan menjadi salah satu Duta Damai di dunia maya, oleh Pusat Media Damai BNPT. Dia memiliki blog pribadi yang bisa diakses disini