Alang, Lumbung Padi Khas Toraja yang Menjadi Maskot Salah Satu Museum di Jerman

 
0

Indonesia khususnya Sulawesi Selatan tak henti-hentinya memperlihatkan keindahannya di mata dunia. Selain terkenal karena sumber daya alamnya yang melimpah, Indonesia juga dikenal dengan beragam kebudayaan uniknya. Toraja, salah satu Aset berharga yang dimiliki Indonesia dengan kebudayaan unik yang mendunia. Terletak di bagian Utara provinsi Sulawesi Selatan, dan menjadi salah satu daerah yang dikagumi oleh dunia karena kebudayaan, adat istiadat, tempat wisata serta benda-benda seni khasnya.

Sejak tahun 2009 lalu, Toraja ditetapkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia (World Heritage) dalam kategori kebudayan oleh UNESCO. UNESCO merupakan organisasi dunia di bawah naungan PBB yang menangani bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan.

Berbicara tentang daya tarik Toraja memang tak ada habisnya. Bila mendengar kata Toraja, apa yang ada di pikiran Kamu? Apakah rumah adat Tongkonan? Upacara Rambu Solo’? Ritual Ma’nene? Tempat wisata Londa? Kete’ Kesu? Atau Lolai (negeri di atas awan)? Yuuppzz… Toraja memang terkenal karena beberapa hal tersebut. Tak heran bila wisatawan domestik maupun mancanegara bela-belain datang ke Toraja untuk mengunjungi tempat wisata atau menyaksikan tradisi-tradisi tersebut.

Tongkonan Toraja
Sumber: booking.com

Begitu banyak situs tua yang dapat dikunjungi di Toraja. Di antaranya adalah pekuburan leluhur seperti situs makam goa purba di Londa, makam pahat di Lemo,  dan menhir di Rante Karassik. Kemudian ada perkampungan Kete’ Kesu yang begitu populer di kalangan turis karena di sana terdapat tongkonan. Selain itu, di Kete’ Kesu juga terdapat lumbung padi dan megalit di antara persawahan. Serta makam aristokrat yang membuat pengunjungnya terpukau.

Namun sebenarnya, Toraja tidak hanya identik dengan tempat wisata atau ritual-ritual kematian tersebut. Karena ada banyak ciri khas dari Toraja yang membuatnya go Internasional. Salah satunya adalah Alang, tempat untuk menyimpan padi dan bibit padi bagi masyarakat Toraja. Lumbung padi khas Toraja ini menjadi maskot salah satu museum di Jerman.

Sekilas tentang Alang Toraja

Alang merupakan lumbung padi yang memiliki bentuk seperti Tongkonan (rumah adat Toraja). Walaupun bentuk atap Alang mirip dengan Tongkonan, namun dari segi ukuran dan fungsi sangatlah berbeda. Ukuran Alang lebih kecil dan memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan padi atau bibit padi. Selain itu, Alang biasa digunakan sebagai tempat berdiskusi membicarakan persoalan yang ada serta menjadi tempat perjamuan makan bersama. Tak hanya itu, saat dilangsungkan sebuah upacara adat, Alang akan dijadikan sebagai tempat utama bagi tamu-tamu terhormat.

Alang
Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Alang dibangun berhadap-hadapan dengan Tongkonan. Bangunan Alang berdiri di atas tiang-tiang bundar, memiliki satu ruang yang dibatasi oleh dinding, lantai, serta atapnya terbuat dari bambu. Alang juga tidak memiliki tangga yang tetap. Kemudian di bagian dinding depan diberi pintu yang berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan padi.

Keberadaan Alang sebagai pelengkap Tongkonan memberi kesan tingkat strata sosial pemiliknya. Di Toraja, terdapat dua jenis Alang yang paling umum, yaitu Alang Sura (lumbung yang berukir) dan Alang Tang Messura (lumbung tak berukir).  Alang Sura diperuntukkan dan hanya dimiliki oleh kaum bangsawan, sedangkan Alang Tang Messura diperuntukkan bagi masyarakat biasa pada umumnya.

Jumlah tiang pada Alang juga memiliki hubungan terhadap tingkat sosial pemiliknya. Golongan masyarakat biasa hanya boleh menggunakan 4 tiang, sedangkan golongan atas / bangsawan menggunakan 6 tiang.

Keberadaan Tongkonan dan Alang pun tak hanya dibangun begitu saja, melainkan memiliki makna tersendiri. Tongkonan dan Alang yang dibangun berhadapan sesuai dengan arah Utara dan Selatan diibaratkan sebagai peran orang tua. Tongkonan yang merupakan tempat tinggal diibaratkan berperan sebagai Ibu yang melindungi anak-anaknya. Sedangkan Alang yang merupakan lumbung padi diibaratkan sebagai Bapak yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Keunikan-keunikan yang dimiliki Toraja memang begitu mengagumkan di mata dunia. Tak heran bila Museum Rautenstrauch-Joest Jerman menjadikan Alang sebagai maskotnya.

Sekilas tentang Museum Rautenstrauch-Joest

Museum Rautenstrauch-Joest
imgrand.de

Museum Rautenstrauch-Joest memiliki posisi yang istimewa di provinsi North-Rhine Westphalia, Jerman. Sebagai Museum Etnologi satu-satunya di provinsi tersebut, Museum Rautenstrauch-Joest memiliki lebih dari 60.000 objek serta lebih dari 100.000 foto bersejarah. Benda-benda tersebut berasal dari Oseania, Afrika, Asia and Amerika. Selain itu, Museum ini juga memiliki perpustakaan yang cukup besar yang memberikan wawasan tentang budaya di luar Eropa, termasuk Indonesia. Museum yang terletak di kota Cologne ini juga memiliki ribuan koleksi dari beberapa suku di Indonesia.

Museum Rautenstrauch-Joest
imgrand.de

Selain menyuguhkan pengetahuan tentang kebudayaan dan masyarakat dunia, museum ini juga memiliki desain tiap ruangan yang sangat memukau. Sehingga pengunjung yang datang tidak akan merasa bosan dan bisa merasakan suasana-suasana baru.

Alang Dijadikan Maskot Museum Rautenstrauch-Joest

Siapa yang tak senang dan bangga bila kebudayaan Negaranya dikenal dunia dan dihargai oleh Negara lain? Seperti halnya Alang dari Toraja yang dijadikan maskot oleh sebuah Museum besar di Jerman. Tentunya ini adalah salah satu kebanggaan dari sekian banyak simbol kebudayaan adat di Indonesia.

Salah satu objek unggulan dari Museum Rautenstrauch-Joest adalah Alang. Lumbung padi khas Toraja Sulawesi Selatan ini dipajang di ruang masuk utama Museum. Bangunan khas daerah Sulawesi Selatan ini dipajang dengan panjang 11 meter, tinggi 7,5 meter dan lebar 5 meter. Menjadikan lumbung padi ini terlihat sangat memukau di dalam Museum tersebut.

Maskot museum jerman
imgrand.de

Pada tahun 2010 yang lalu, Alang yang sudah dalam keadaan jadi ini kemudian dibongkar per-bagian lalu dikemas. Setelah itu, dikirim langsung dari Toraja ke Kota Cologne yang kemudian dirakit kembali setibanya di sana. Selain diimpor langsung dari Toraja, yang merakit Alang ini di Museum adalah orang Toraja langsung.

Sebagai maskot dari Museum Rautenstrauch-Joest, Alang ini merupakan koleksi terbesar Museum tersebut dan tidak dimiliki oleh Museum-Museum lain di dunia. Selain itu, keistimewaan lain dari lumbung padi Museum ini adalah wujudnya yang sama persis dengan Alang tradisional Toraja zaman dulu. Yang mana dalam pembuatannya tidak menggunakan paku sama sekali, serta atapnya yang terbuat dari potongan-potongan bambu yang disusun rapi.

Dengan dijadikannya Alang sebagai maskot, tentunya akan membuat Indonesia semakin dikenal dunia. Namun, selain berbangga atas ini, Indonesia juga patut waspada dan sebaiknya segera mematenkan seluruh ciri khas kebudayaan daerahnya. Hal ini untuk menghindari pengklaiman dari negara lain.

Lalu bagaimana dengan Kamu? Apakah Kamu sudah berkunjung ke Toraja? Atau baru memiliki rencana bakal liburan ke sana? Jangan ditunda-tunda deh… Yuk segera ke Toraja. Karena selain tempat wisata yang telah disebutkan di atas, Kamu juga bisa mengunjungi beberapa objek wisata baru di Toraja. Yang pastinya, akan menambah koleksi foto-foto kerenmu.

 

Selain kepada-Nya, jangan terlalu percaya pada siapapun