Bagaimana Perbandingan Gestur Orang Makassar dan Orang Jepang dalam 6 Hal ini?

 
0

Salah satu aspek umum yang sebaiknya diketahui orang-orang apalagi dalam kehidupan sehari-hari adalah mengenai gestur. Gestur atau yang lebih dikenal dengan sebutan bahasa tubuh ini merupakan komunikasi non-verbal yang bisa memudahkan seseorang dalam menyampaikan maksud yang hendak disampaikan. Ketika lawan bicara juga memahami isyarat bahasa tubuh ini, maka komunikasi non-verbal juga akan semakin mudah dan lancar. Gestur biasanya lebih banyak menggunakan gerakan-gerakan tangan.

Seorang penulis buku mengenai Gestur / bahasa tubuh, Vijaya Kumar mendefinisikan bahwa Gestur (bahasa tubuh) merupakan komunikasi non verbal yang unik, di mana seseorang menyampaikan pesan atau mengekspresikan diri melalui gerakan secara sadar maupun tidak sadar, baik itu gerakan tubuh maupun ekspresi raut wajah. Bidang yang menelaah gestur (bahasa tubuh) ini adalah kinesika (kinesics), yaitu pesan non verbal yang dituangkan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh.

Berbicara mengenai gestur, beberapa tahun yang lalu seorang mahasiswa sastra Jepang Unhas yaitu Hafid Al Majidi mengangkat topik gestur ini sebagai penelitian tugas akhir sebagai syarat kelulusannya. Dalam penelitian Skripsi tersebut, Hafid membandingkan antara gestur orang Makassar dan orang Jepang  dalam beberapa hal. Enam di antaranya akan dibahas di bawah ini. Gestur apa sajakah itu?

1. Gestur Menyatakan “Saya” [Watashi]

Maksud dari gestur yang menyatakan ‘Saya’ di sini adalah ketika si pembicara ingin menunjukkan bahwa dirinyalah yang dimaksudkan. Entah orang Makassar maupun orang Jepang, mereka sama-sama menggunakan tangan kanan yang diarahkan ke diri sendiri untuk menyatakan ‘Saya’.

gestur 'Saya' orang Jepang
Gestur ‘Saya’ versi orang Jepang

Namun ada sedikit pebedaan dalam hal ini. Ketika orang Jepang ingin menyatakan ‘Saya’, mereka akan menggunakan jari telunjuk kanan yang diarahkan ke depan mukanya sendiri. Lebih tepatnya akan mengarahkan jari telunjuknya di depan hidung atau di antara dagu dan dada.

Gestur Saya versi Orang Makassar
Gestur Saya versi Orang Makassar

Sedikit berbeda dengan orang Jepang, untuk menyatakan ‘Saya’, orang Makassar biasanya akan menggunakan kelima jarinya yang dirapatkan kemudian diletakkan di dada. Gestur yang menyatakan ‘Saya’ lainnya yang sering digunakan orang Makassar adalah dengan mengangkat kelima jarinya atau hanya mengangkat jari telunjuk saja.

2. Gestur Permisi [Sumimasen]

Ketika seseorang hendak lewat di tengah-tengah atau di hadapan seseorang maupun orang banyak biasanya menggunakan gestur permisi ini.

Gestur Permisi versi orang Jepang - bagooli.com
Gestur Permisi versi orang Jepang

Di Jepang, ketika seseorang hendak lewat di depan orang yang lebih tinggi derajat / statusnya (misalnya lewat di depan orang yang lebih tua) akan mengekspresikan gestur dengan gerakan kedua tangan saling bersentuhan sambil sedikit agak membungkuk. Selain itu, ada pula gestur lain yang orang Jepang gunakan ketika hendak lewat di hadapan orang yang sederajat dengannya (seperti teman / orang yang seumuran), yaitu dengan hanya menggunakan satu tangan yang diarahkan ke depan.

gestur permisi versi orang Makassar - bagooli.com
gestur permisi versi orang Makassar

Sedangkan gestur orang Makassar, akan memperagakan ini dengan menjulurkan tangan kanan ke arah bawah, dengan posisi badan sedikit membungkuk. Kemudian posisi tangan kiri seakan-akan memegang atau menyentuh siku bagian kanan. Saking sopannya, ketika orang Makassar hendak lewat di depan seseorang atau di depan orang banyak akan memperagakan gestur ini sambil mengatakan “Tabe.. Tabe..” yang artinya ‘permisi’.

3. Gestur Makan [Taberu]

Rupanya makan pun memiliki gestur. Gestur makan ini seolah ingin menunjukkan bahwa orang tersebut sedang makan. Atau apabila si pembicara ingin mengajak makan seseorang atau lawan bicaranya, biasanya akan memperagakan gestur ini.

gestur makan versi orang Jepang - bagooli.com
gestur makan versi orang Jepang

Di Jepang sendiri, cara mengekspresikan gestur makan ini adalah tangan kiri diangkat layaknya memegang sebuah mangkuk sedangkan tangan kanan seakan memegang sumpit yang mengekspresikan sedang makan.

Gestur Makan Versi orang Makassar
Gestur Makan Versi orang Makassar

Agak sedikit berbeda dengan orang Jepang, di Makassar sendiri gestur makan ini diperagakan dengan cara menjumputkan tangan kanan seolah-olah menjumput nasi yang dimasukkan ke dalam mulut, sedangkan tangan kiri diangkat menyerupai piring. Gestur lainnya yang orang Makassar gunakan ketika mengisyaratkan makan adalah dengan mengangkat kedua tangan seolah-olah sedang makan dengan sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri.

 4. Gestur Ketika Merasakan Makanan Pedas atau Panas 

Gestur ini biasanya diperagakan ketika seseorang merasakan makanan / minuman pedas / panas. Sehingga lawan bicaran atau orang yang berada di sekitarnya bisa langsung mengetahui bahwa orang tersebut sedang kepedasan tanpa mengatakannya.

Gestur orang Jepang dan Makassar ketika merasakan makanan pedas atau panas
Gestur orang Jepang dan Makassar ketika merasakan makanan pedas atau panas

Untuk gestur ini, baik orang Jepang maupun orang Makassar akan mengekspresikan gestur ini dengan dengan menaruh salah satu atau kedua tangan di depan mulut sambil mengibas-ngibaskan ke arah atas dan bawah.

5. Gestur Mengejek [Hiyakasu]

Bahasa tubuh ini biasanya dilakukan atau diperagakan oleh anak-anak ketika sedang bermain atau bercandang dengan teman sebayanya, yang dimaksudkan hendak mengejek lawan bicara atau temannya.

"<yoastmark

Orang Jepang biasanya mengekspresikan Gestur ini dengan cara menaruh jari telunjuk di bawah salah satu mata lalu menarik kantung mata ke bawah sambil menjulurkan lidah. Gestur lainnya adalah dengan mencondongkan daerah pinggul sampai daerah pantat sambil memukul pantat sendiri.

Gestur mengejek versi Makassar - bagooli.com
Gestur mengejek versi Makassar

Sama dengan di Jepang, gestur mengejek ini lebih sering digunakan oleh anak-anak di Makassar. Biasanya anak-anak yang hendak mengejek akan menjulurkan lidah keluar sambil menghadap ke orang yang hendak diejek. Atau kadang ada juga yang menunjuk sambil tertawa, yaitu menggunakan jari telunjuk ke arah lawan bicara sambil tertawa.

6. Gestur Hantu [Yuurei]

Biasanya ketika dalam suatu kelompok ada yang bercerita mengenai hal-hal yang menyeramkan, akan memperagakan gestur hantu ini agar lebih mendalami apa yang diceritakannya. Gestur hantu juga biasa digunakan ketika hendak menakut-nakuti orang lain.

Gestur Hantu versi orang Jepang
Gestur Hantu versi orang Jepang

Bagi orang Jepang, gestur hantu ini diekspresikan dengan mengangkat kedua tangan ke depan yang diarahkan ke bawah dengan santai. Hampir semua orang Jepang ketika memperagakan gestur hantu ini dengan cara seperti itu.

Bila di Jepang hampir semua memperagakan satu gestur untuk mengekspresikan gestur hantu, di Makasar lebih unik lagi. Mungkin karena di Makassar jenis hantunya lebih beragam, sehingga ketika orang Makassar memperagakan gestur hantu, gerakannya pun beragam. Ada yang membuka jari-jari tangan lalu menggerakan tangan ke depan badan dan disertai dengan gerakan mulut yang terbuka mengeluarkan bunyi seram.

Gestur hantu versi Makassar
Gestur hantu versi Makassar

Selain itu ada juga yang mengekspresikan gestur hantu seperti yang orang Jepang lakukan. Namun ada juga yang memperagakan gestur hantu dengan melipat kedua tangan ke depan. Selain itu diikuti dengan ekspresi mata yang terbelalak diikuti ekspresi wajah yang seram sambil melompat-lompat layaknya pocong.

Yah, gestur hantu bagi orang Makassar menyesuaikan hantu seperti apa yang sedang ia ceritakan atau sosok hantu seperti apa yang akan ditirukan untuk menakut-nakuti orang lain.

Nah, itulah tadi perbandingan gestur orang Makassar dan orang Jepang dalam beberapa hal yang umum digunakan dalam keseharian. Ada beberapa gestur yang sama dan ada pula yang berbeda.

Nah, bagaimana dengan daerahmu? Apakah memiliki kesamaan gestur dalam beberapa hal di atas?

Selain kepada-Nya, jangan terlalu percaya pada siapapun. Follow me on Instagram: @ilayahya_