Kebiasaan Kurang Baik yang Harus Dihilangkan oleh Masyarakat Makassar

 
0

Makassar merupakan kota yang mengalami perkembangan yang cukup cepat. Begitu banyak gebrakan-gebrakan baru yang disusun oleh Pemerintah Kota dalam proses mendongkrak segala aspek yang memungkinkan. Mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, bahkan sarana dan prasarana

Sebuah kota yang berkembang seharunya diimbangi dengan keseimbangan karakter masyakarat di dalamnya, adalah bagaimana manusianya mampu beradaptasi dengan segala bentuk perkembangan. Tentang menumbuhkan rasa memiliki, dan rasa ingin menjaga satu sama lain.

Sebagai manusia yang dilahirkan bersama dengan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat, sudah seharusnya kita hidup untuk mematuhinya. Padahal, lembaga pendidikan sudah bolak-balik menyuapi kita akan segala hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilanggar.

Di Makassar sendiri, seluruh sekolah mengajarkan Ilmu Kewarganegaraan, dan Budi Pekerti kepada setiap siswanya. Namun sayang, apa yang diajarkan tak jarang hanya sebatas dipahami namun tak direalisasikan.

Beberapa hal yang sangat miris dilihat hampir setiap hari. Pelanggaran masih kerap terjadi dimana-mana, pelakuknya pun berasal dari berbagai kalangan, pekerja, pelajar, dan mahasiswa. Jaman yang semakin berkembang seharusnya mampu merubah diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih tertib. Sikap menyepelekan aturan bukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Sebagai mahluk yang memiliki akal, manusia sudah sewajibnya patuh akan aturan.

Oleh karena itu, tulisan kali ini bertujuan untuk menyadarkan siapapun yang membacanya, terutama bagi orang-orang yang berdomisili di Makassar. Berikut merupakan beberapa pelanggaran yang sering terlihat dan harus segera dihilangkan oleh masyarakat Makassar.

6 Kebiasaan Kurang Baik yang Pasti Anda Lihat Ketika Berkunjung ke Makassar

1. Tidak Mau Antri

Tidak Mau Antri via summareconserpong.com

Tidak mau bersabar juga menjadi salah satu pemicu orang yang kerap menerobos antrian. Selain itu, alasan ‘buru-buru’ juga sudah menjadi senjata andalan pada para penerobos. Peristiwa seperti masih sering terlihat di beberapa tempat perbelanjaan umum seperti pasar, pembelian tiket, tempat pembagian sembako dan lain-lain. Tak jarang juga peristiwia ini memicu keributan karena ada beberapa oknum yang tidak terima. Padahal kalau kita ingin sedikit lebih bersabar, semuanya akan menjadi lebih tertib. Tanamkan pada diri kita sendiri untuk adil dan bersabar, cobalah peduli pada orang lain. Saat ingin menerobos antrian, berpikirlah bahwa itu berarti kita mengambil hak dan kesempatan orang lain.

2. Terlambat

Anak Sekolah yang Terlambar via s12.postimg.org

Diantara beberapa rasa malu yang ada di dunia ini, salah satu malu yang wajib kita miliki adalah malu jika terlambat. Keterlambatan sudah menjadi penyakit yang menyerang segala jenjang pendidikan di hampir seluruh kota. Bahkan di beberapa perguruan tinggi di Makassar, keterlambatan bukan hanya dilakukan oleh mahasiswa, melainkan dosen itu sendiri. Kebiasaan yang satu ini wajib sekali dihilangkan apalagi jika kita berniat untuk mengeyam pendidikan di luar negeri seperti Amerika, Jepang, dan Inggris. Hampir seluruh negara maju tidak bisa mentoleransi keterlambatan. Tingkat penghargaan pada waktu harus lebih ditingkatkan, terlebih sebagai individu yang berpendidikan sudah sepantasnya kita lebih menghargai setiap gerak jarum panjang yang takkan pernah bisa mundur lagi.

3. Buang Sampah Sembarangan

Buang Sampah Sembarangan via linkarnews.com

Pemerintah baru-baru ini ramai mengkampanyekan ‘Makassar Tidak Rantasa’, sebuah program yang sangat luar biasa pengaruhnya. Makassar terlihat tampak tidak sekotor dulu lagi, di daerah kota sampah sudah tidak berserakan separah dulu lagi. Namun sayangnya, ditengah usaha pemerinah untuk menyukseskan program ini, masih ada saja sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan. Setiap individu rata-rata pasti memilki sampah yang hendak dibuang setiap harinya, banyangkan berapa jumlah penduduk yang ada di Makassar. Bayangkan bagaimana setiap individu membuang sampah pada tempatnya? Satu langkah kecil perubahan berasal dari diri sendiri. Mari belajar memperbaiki diri, tidak menutup kemungkinan orang lain akan melihat tindakanmu, dan tidak menutup kemungkinan juga orang itu akan meniru kebiasaan baikmu.

4. Parkir Asal-Asalan

Parkir Sembarangan via ntmcpolri.info

Murahnya cicilan kendaraan jaman sekarang membuat siapapun tergiur untuk memeliki kendaraan pribadi, dengan harapan tidak akan terkena macet dengan kendaraan sendiri, namun tanpa sadar telah menjadi pemicu kemacetan itu sendiri. Selain itu, minimnya lahan parkir yang tersedia merupakan pemicu utama mengapa orang sering parkir asal-asalan, hingga menjadi pemicu kemacetan. Sangat disayangkan keadaan ini karena sebenarnya Makassar merupakan kota metropolitan yang memiliki jalan raya yang cukup luas, seharusnya digunakan untuk berlalu lalang, malah tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena hampir di tepi jalan pada beberapa wilayah mobil sering dijumpai jejeran mobil maupun motor yang terpakir asal-asalan. Bahkan pada beberapa titik, banyak pengguna kendaraan juga dengan santainya memarkir kendaraannya meski sudah ada tanda larangan parkir. Beberapa sangsi sebenarnya sudah kerap dilakukan oleh beberapa petugas yang berjaga, seperti mengempeskan ban mobil, menilang, dan menggeret langsung kendaraan. Namun, tetap saja, semua itu tidak sedikitpun menanamkan efek jera pada pelakunya. Sudah waktunya kita merubah kebiasaan yang bisa merugikan orang lain seperti ini, bayangkan berapa orang yang telah kita buat kesulitan jika kita parkir asal-asalan? Bagaimana jika kelak posisi kita tertukar sebagai yang disulitkan?

5. Tidak Patuh Lampu Jalan

Melanggar Lampu Merah via cdn.metrotvnews.com

Persoalan ini paling kerap terjadi di Makassar. Padahal sejak kecil kita sudah diajari bahwa jika lampu berwarna merah artinya kita harus berhenti, kuning untuk berhati-hati dan hijau untuk jalan terus. Akan tetapi hingga hari ini masih saja banyak pengguna jalan yang tak mengindahkankan peraturan yang ada.

Seperti contohnya di daerah Perintis, terdapat dua buah titik dimana pelanggaran sering sekali terjadi. Sangat miris jika melihat para pengguna jalan yang bahkan tidak berhenti di belakang Zebra Cross, padahal peraturan telah mengatur agar pada saat lampu merah kita harus berhenti di belakang garis penyebrangan. Saat kita telah melewati batas, itu berarti kita juga telah sedang mencoba untuk mengambil hak pejalan kaki yang ingin meyeberang. Lemahnya kesadaran akan keselematan diri sendiri juga perlu direnungkan lagi, saat kita menerobos lampu merah, saat itu juga kita telah membahayakan nyawa kita sendiri. Bayangkan segala jenis resiko buruk yang mungkin saja bisa terjadi saat kita nekad menerobos?

6. Pangkas Hak Pejalan Kaki

Berkendara di Trotoar via 4.bp.blogspot.com

Masalah kemacetan yang sudah merambat menjadi ciri khas kota Makassar membuat siapapun yang terjebak di dalamnya harus berjuang keras menahan emosi. Kesabaran dan tenaga ekstra juga menjadi dua komponen utama yang wajib dimiliki setiap pengguna jalan yang sering terjebak macet. Tidak jarang banyak pengendara, terutama pengendara roda dua yang menjadikan trotoar sebaga alternatif untuk keluar dari kemacetan. Padahal, trotoar sendiri diperuntukan untuk pejalan kaki. Pada beberapa kasus yang terjadi, pelajan kaki terpaksa yang harus mengalah karena jumlah motor yang melintasi trotar lebih banyak, mereka menghindar karena takut akan tertabrak. Sampai kapan akan seperti ini?

Untuk itu, marilah kita merubah segala kebiasaan yang tidak seharusnya terpelihara pada diri kita. Jangan biarkan kebiasaan buruk ini menjadi karakter turun-temurun yang pada akhirnya menjadi tradisi. Marilah kita menumbukan identitas kita yang lebih baik sebagai warga Makassar yang patuh pada setiap aturan. Mulailah dari memperbaiki sendiri, mulailah peduli pada sekitar, mulailah belajar mencintai lingkungan. Makassar milik kita, sudah seharusnya dijaga bersama.

(Asabell Audida) Seorang mahasiswi perguruan tinggi Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Sastra Inggris (2014), aktif menulis fiksi remaja di wattpad.com/asabelliaa