Your Theme License is INVALID or EXPIRED

Menyusuri Jejak Sejarah ‘Gua Mampu’ Bone

 
0

Sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa terdahulu. Nah, peninggalan-peninggalan tersebutlah yang disebut sebagai sumber sejarah. Sejarah dapat juga diartikan sebagai cabang ilmu yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau. Kali ini akan membahas tentang sejarah unik dari salah satu bukti peninggalan peristiwa masa lampau di daerah Sulawesi Selatan yaitu Gua Mampu, tepatnya di Kabupaten Bone dengan simbolis BONE KOTA BERADAT.

Sejarah Gua Mampu Bone Kota Beradat merupakan sebuah kisah lama beberapa waktu silam mengenai kisah-kisah masa dahulu yang dibekukan menjadi sebuah legenda dari kabupaten terluas ini. Bone merupakan kabupaten terluas dari 24 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan. Padatnya perkampungan dan banyaknya masyarakat di Kabupaten Bone menjadikan daerah ini salah satu alasan menjadi kabupaten terbesar Sulawesi Selatan.

Berjarak kurang lebih 35 Km dari sebelah Utara Kota Watampone kab. Bone ditemukan sebuah Gua peninggalan sejarah yang memiliki nilai kultural yang sangat tinggi, yang juga merupakan gua terluas di Sulawesi Selatan yaitu berkisar 2000 meter persegi. Letak Gua ini berada di Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe, dapat ditempuh dengan perjalanan 60-90 menit dengan kondisi jalan yang memadai dan strategis.

Gua Mampu terletak di lereng Gunung Mampu dengan ketinggian 250 m dari permukaan laut. Keunikan gua ini dapat dilihat dari jauh menyerupai sebuah kapal dengan kondisi terbalik dan sisi puncak Gunung Mampu terdapat lubang (Gua Vertical) selurusan dengan pancaran langit-langit gua Mampu.

Kisah Lagenda Kerjaan Mampu

Lagenda Kerajaan Mampu
Sumber: Tribunnews.com

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang di dalamnya terdapat tujuh desa. Tetapi kerajaan ini ditimpa musibah yaitu dikutuk menjadi batu, yang disebabkan oleh putri raja sendiri. Sehingga di dalam Gua Mampu terdapat batu yang mirip dengan manusia dan binatang.

Kerajaan ini disebut kerajaan mampu. Kehidupan masyarakat ‘Mampu’ serba berkecukupan, rata-rata semua kebutuhannya sudah bisa terpenuhi sehingga kerajaan ini disebut Mampu. Kerajaan Mampu dipimpin oleh La Oddang Patara dan Istrinya yang bernama La wellellu. La Oddang Patara mempunyai seorang putri yang bernama Appung Ellung Mangenre. Putri ini dikenal tidak pernah keluar rumah dan tidak pernah menginjakan kakinya di tanah, orang bugis biasa mengatakan “Ana’ dara malebbi”. Menurut cerita, putri raja terkenal mempunyai kulit yang sangat putih dan bening.

Kisah Lagenda Pilu dari GUA Mampu

Lagenda Pilu dari Gua Mampu
Sumber: tripasvisor

Gua Mampu merupakan salah satu gua yang memiliki lagenda tragis dan memilukan dari zaman purbakala lalu. Lagenda tersebut adalah kutukan mampu. Kisahnya, konon dahulu penduduk dan hewan dalam daerah wilayah kerajaan mampu seluruhnya menjadi batu. Inilah alasan begitu banyaknya bebatuan yang ditemukan dalam Gua Mampu di Kabupaten Bone ini. Bebatuan tersebut merupakan bukti ilustrasi yang menyerupai makhluk-makhluk hidup yang terdapat di dalam gua.

Menurut cerita yang ada, kutukan tersebut berasal dari sang raja yang termakan oleh sumpahnya sendiri. Alkisah, suatu hari alat tenun gadis raja terjatuh ke tanah, nama alat tenun tersebut adalah “Walida”. Akibat rasa malas dan gengsi yang tidak terbatas dari raja, Beliau membuat sebuah sayembara; “Siapapun yang bisa mengembalikan alat tenun putrinya, akan dinikahkan dengan putri semata wayangnya tersebut”. Namun nyatanya, yang berhasil mengambil alat tenun tersebut adalah seekor anjing piaraan anak gadis raja tersebut. Anjing jantan itu bernama Bolong Lasareweng. Anjing pun mengambilkan alat tenun sang putri yang jatuh di tanah.

Betapa terkejutnya sang putri bahwa yang mengambilkan alat tenunnya adalah seekor anjing jantan. Sedangkan anjing tersebut hanyalah seekor anjing liar dan bisa mengerti perkataan sang putri. Putri pun berkata, “mustahil jika saya harus menikahi seekor anjing“. Sang Putri memperhatikan anjing tersebut dan berkata kepada anjing  sambil menunjuk kepala anjing, “mengapa ada batu didahimu?”. Anjing pun tiba-tiba berbicara dan berkata, “bukan cuma Saya, tapi Kamu pun juga ada batu di dahimu”. Di sinilah dikatakan Sijello To Mampu, Anjing mengutuk kerajaan tersebut karena sang putri mengingkari janjinya. Setelah anjing berkata demikian, Satu kerajaan dengan Tujuh desa tersebut langsung menjadi batu.

Legenda ini telah menyebar dan berkembang ke masyarakat luas. Dari legenda tersebut, menjadikan gua ini banyak dikunjungi para wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Namun terlepas dari legenda tragis itu, kini Gua Mampu telah menjadi tempat wisata yang bersejarah dan menawarkan keindahan panorama dan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Persiapkan Alat penerang memasuki GUA

Persiapkan Alat penerang memasuki GUA
Sumber: commons

Sebelum memasuki Gua mampu, jangan lupa siapkan penerangan karena di dalam gua kondisinya sangat gelap sekali. Hal ini memberikan peringatan bahwa setiap pengunjung yang ingin masuk ke dalam gua, sebaiknya membawa Obor atau lampu. Memasuki mulut gua para pengunjung akan disuguhi pemandangan stalagtit dan stalagnit yang berjejer dengan rapi. Dahulu beberapa tahu yang lalu gua tidak dilengkapi dengan lampu-lampu penerang namun saat ini sudah penuh dengan lampu-lampu yang terang sehingga ini juga menjadi sebuah alat yang membantu memancarkan keindahan dari dalam gua.

Pemandangan yang Indah dalam GUA

Pemandangan yang Indah dalam GUA
Sumber: vebma

Memasuki mulut gua, para pengunjung akan disuguhi pemandangan stalaktit dan stalagmit yang berjejer rapi. Di dalam gua terdapat dua kuburan kuno yang semakin menambah kesan mistis gua Mampu ini. Satu kuburan terletak di tengah gua dan yang satu lagi terletak di puncak di lantai ketujuh.

Selain stalaktit dan stalagmit, terdapat juga bebatuan yang berbentuk mirip makhluk hidup seperti kuda yang sedang berlari, buaya, tikus yang menggantung dan banyak lagi. Tak hanya itu, di dalam Gua Mampu ini juga terdapat sebuah batu besar yang membentuk seperti perahu. Gua ini selain menjadi tempat wisata alam dan wisata sejarah, penduduk sekitar mencari nafkah di dalamnya dengan mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijadikan pupuk kandang.

Sesuatu yang Ada Dalam Gua Mampu

Sesuatu yang Ada Dalam Goa Mampu
Sumber; Alamisteri.com

Di dalam Gua terdapat kuburan kuno yang mistis.  Inilah beberapa batu yang terdapat di Gua Mampu yaitu adanya ilustrasi bebatuan yang unik dan mirip selayaknya manusia seperti Lopi kincarae, Kuburan pemimpin kerajaan (La Oddang Patara), Buaya, Orang Berpacaran, Orang Melahirkan, Rusa Terperangkap, Permaisuri, Pengantin, Nyapanyula/ Miniatur Sawah, Tau Silariang, Matennung, Batu Pedoman, Orang Digarami, Tikus Raksasa, lumbung padi, lumbung garam dan hutan bambu dan beberapa bebatuan yang menggambarkan tubuh manusia. Hadirnya kisah 7 desa dari lagenda ini belum diketahui hingga saat ini apa saja nama dari ketujuh desa tersebut.

Tarif yang digunakan untuk bisa masuk dalam gua ini masih terbilang sangatlah murah dan hemat kantong berkisar hanya Rp. 10 ribu bagi pengendar roda dua dan mobil Rp. 35 ribu. Itu saja sudah termasuk tarif parkir kendaraan dan Sewa obor masuk ke gua sekitar Rp 5.000.

nah, gimana? Penasaran? Yuk langsung ke “GUA MAMPU” Bone.

Penulis, Peneliti, Pengajar, volunteer, suka tantangan dan petualang.