Your Theme License is INVALID or EXPIRED

7 Potensi (Sayuran) Andalan Kabupaten Jeneponto

 
0

Salah satu kabupaten terluas di Sulawesi Selatan adalah Jeneponto, dengan luas kabupaten yaitu 749,79 Km. Ini setara dengan 1,64% dari luas provinsi Sulawesi Selatan. Wow! Tak heran bila Kalian yang hendak ke daerah Bantaeng atau Bulukumba akan merasa bosan karena harus melewati daerah Jeneponto yang sungguh panjang. Yang mana jarak dari Kota Makassar ke Jeneponto adalah sekitar 91 Km.

Kabupaten Jeneponto sendiri memiliki 11 Kecamatan yang terdiri atas 82 desa dan 31 kelurahan. Terdapat 33 desa / kelurahan yang merupakan daerah pesisir, sedangkan 80 desa / kelurahan lainnya bukan daerah pesisir.

Untuk batas-batas daerah, Jeneponto berbatasan dengan Gowa dan Takalar di sebelah Utara. D

Di sebelah Selatan, Jeneponto berbatasan dengan Laut Flores. Kemudian di sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Takalar. Dan untuk sebelah Timur, Jeneponto berbatasan dengan Kabupaten Bantaeng.

Selama ini bila membicarakan Jeneponto, mungkin yang ada di benak Kalian adalah Kuda, panas, dan kering. Yupz.. jeneponto memang identik dengan Kuda. Tak afdol rasanya bila berkunjung ke Kabupaten Jeneponto lalu tak mencicipi kuliner Coto Kuda. Karena Kuda adalah kuliner andalan di daerah ini. Sedangkan untuk panas dan kering, secara kasat mata memang seperti itu. Tapi, tau gak sih Kalau Jeneponto juga memiliki potensi pertanian andalan dalam bidang sayur-mayur ? Sayuran apa sajakah itu?

1. Bawang Merah

bawang merah

Berbicara mengenai Bawang Merah, yang ada di benak Kalian mungkin saja langsung mengingat Kabupaten Enrekang. Yah, Enrekang memang dikenal sebagai penghasil bawang merah. Di tahun 2017, Kabupaten Enrekang tercatat sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah tertinggi di  Indonesia setelah Bima NTB dan Brebes Jawa Tengah (berdasarkan data dari Kementrian Pertanian).

Tapi, tau gak sih, selain Enrekang ternyata Jeneponto juga merupakan penghasil bawang merah yang lumayan tinggi di Sulawesi Selatan. Dalam setahun, Jeneponto memproduksi Bawang Merah sebanyak 901,10 Ton dengan luas lahan panen 178 Ha. Bawang merah ini kemudian didistribusi ke Makassar, dan daerah lainnya.

2. Kubis

Kubis

Sayuran lainnya yang merupakan potensi pertanian andalan Kabupaten Jeneponto adalah Kubis. Sayuran yang lebih dikenal dengan nama Kol ini diproduksi sebanyak 342,70 Ton dalam setahun dengan luas lahan panen seluas 500 Ha.

Kubis / Kol ini memiliki banyak manfaat ketika dikonsumsi. Beberapa khasiat di antaranya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah resiko katarak, serta dapat membantu menurunkan berat badan.

3. Kentang

Kentang

Kentang merupakan jenis sayuran yang dikenal memiliki banyak manfaat dalam bidang kecantikan. Percaya atau tidak, kentang dapat membantu proses pencerahan kulit. Dengan rutin perawatan menggunakan bahan dasar kentang, dapat membuat kulit (wajah khususnya) menjadi lebih sehat.

Ternyata Kabupaten Jeneponto juga memproduksi Kentang dengan jumlah yang fantastis tiap tahunnya. Data terakhir, Jeneponto memproduksi kentang sebanyak 241,6 Ton dengan luas lahan panen seluas 54,62 Ha.

4. Wortel

wortel

Potensi pertanian lainnya dari Kabupaten ini adalah Wortel. Sayuran yang memiliki kandungan vitamin A yang tinggi ini bagus untuk kesehatan mata. Tercatat bahwa hasil produksi tiap tahunnya adalah beragam. Menurut data terakhir, Jeneponto memproduksi Wortel sebanyak 277,65 Ton dengan luas lahan panen 53,439 Ha.

Tak hanya untuk kesehatan mata, Wortel juga memiliki beragam manfaat bila dikonsumsi.Di antaranya adalah memelihara kesehatan otak, mengurangi kolesterol, membantu meredakan kembung pada perut, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Cabe Kecil

Tak afdol rasannya bila makan tanpa adanya sensasi pedas. Itulah mengapa, produksi cabe rawit juga meningkat karena banyaknya peminat. Di Jeneponto, produksi cabe rawit mencapai 151,231 Ton dengan luas lahan 6.918 Ha.

Rasa pedas cabe rawit berasal dari zat yang disebut capsaicin. Selain itu, kandungan lain yang terdapat pada cabe rawit adalah betakaroten (provitamin A), vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, mineral, kalsium, fosfor, protein, karbohidrat, zat besi, serta kalium.

Cabe rawit memiliki beberapa manfaat, di antaranya: mencegah resiko kanker usus besar, membantu menurunkan berat badan, serta menjaga kesehatan kardiovaskular.

6. Cabe Besar

Walaupun tidak sepedas cabe rawit, Cabe besar juga banyak dicari. Dengan mengonsumsi Cabe besar, dapat membantu dalam pembakaran lemak. Menurut data terakhir, Jeneponto memproduksi cabe besar sebanyak 654 Ton dalam setahun  dengan luas lahan 615 Ha. Harga cabe besar ini juga beragam dan selalu mengalami fluktuasi.

7. Kacang Panjang

Siapa yang tak suka sayuran yang satu ini? Sayuran ini mengandung Vitamin A, thiamin, riboflavin, niacin, asam panthotenat, vitamin B6, asam folat serta vitamin C. Selain itu, Kacang Panjang juga mengandung mineral, antara lain: kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, dan natrium.

Siapa sangka, Kacang panjang juga termasuk dalam deretan potensi pertanian andalan dari Kabupaten Jeneponto. Menurut data terakhir, Kabupaten ini memproduksi kacang panjang sebanyak 4.010 Ton dengan luas lahan panen 3.096.

—–

Nah, itulah beberapa potensi Andalan Jeneponto dalam bidang sayuran. Apa yang Kita lihat selama ini bahwa jeneponto adalah daerah yang panas dan kering, ternyata justru memiliki potensi sayuran yang luar biasa. Tak menutup kemungkinan bahwa masih banyak hal fantastis lainnya dari Kabupaten jeneponto yang belum Kita ketahui.

Bagaikan sebuah istilah ngetren ‘don’t judge the book by its cover’, seperti itulah Jeneponto. Jangan menilai kabupaten ini hanya dari secara kasat mata. Karena tidak menutup kemungkinan, di balik kekeringan yang terlihat, ada potensi lain yang tidak kita ketahui.

Potensi pertanian Kabupaten ini didistribusi ke daerah-daerah lainnya yang tak hanya berada di Sulawesi Selatan, melainkan daerah lainnya di luar Sulawesi Selatan.

Personal Blog: www.ilayahya.com || Instagram: @ilayahya_ || Facebook : Ila Yahya || Youtube: ILA YAHYA || Twitter: @ilayahya_