Selalu banyak yang bisa diceritakan jika sudah berbicara soal mahasiswa. Dinamika kehidupan yang beragam, kisah konyol, hal-hal memalukan, perjuangan, hingga berbagai pengalaman unik yang tidak akan bisa terlupakan bagi pelakonnya.

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris misalnya, sebagai jurusan yang cukup banyak diminati oleh banyak calon pendaftar di Universitas Hasanuddin, Makassar , tentu banyak yang penasaran tentang segala hal yang berkaitan dengan Sastra Inggris.

Artikel ini akan membawa kamu menyelami sedikit lebih dalam tentang hal-hal unik tentang kehidupan Sastra Inggris di Universitas Hasanuddin yang pastinya akan membuat kamu menganguk-anggukan kepala, entah karena setuju, atau karena paham.

“Inilah 10 hal yang bakal kamu rasakan ketika kuliah di Sastra Inggris UNHAS”

1. Mendominasi

Saat ini, sastra inggris masih berada dalam naungan Fakultas Ilmu Budaya (dulunya Fakultas Sastra). Sastra Inggris bersanding bersama 7 jurusan lainnya yaitu Sastra Indonesia, Sastra Daerah, Sastra Prancis, Sastra Asia Barat (Arab), Arkeologi, dan Ilmu sejarah. Sastra Inggris sendiri tercatat sebagai jurusan dengan daya tampung mahasiswa yang paling banyak dibandingan dengan jurusan lain, setiap tahunnya jumlah mahasiswa baru jurusan Sastra Inggris di Unhas mencapai 90 hingga 120 orang dan akan dibagi menjadi 3 sampai 4 kelas, berbeda dengan jurusan lain yang umumnya memiliki 1 sampai 2 kelas saja. Jadi, tidak heran jika di Fakultas Ilmu Budaya mahasiswa Sastra Inggris yang paling mudah ditemukan.

2. Mahasiswa Salah Jurusan

Faktanya, Sastra Inggris tidak selalu menjadi pilihan utama di hati beberapa Mahasiswa saat mereka pertama kali menjadi mahasiswa baru. Di tahun pertama biasanya beberapa mahasiswa mengeluh karena merasa bahwa diri mereka berada pada jurusan yang salah. Tetapi, seiring berjalan waktu, seperti saat memasuki semester pertengahan, mahasiswa yang semula menyesal ternyata sudah berubah pikiran. Mereka mulai merasa nyaman tentang segala hal tentang Sastra Inggris, apalagi didukung dengan kegiatan-kegiatan di luar perkuliahan dan semakin banyaknya teman yang dikenal hingga menimbulkan rasa nyaman. Memang pada dasarnya semua orang butuh beradaptasi, semuanya hanya tentang proses dan waktu.

3. Tempat Nongkrong ‘Tangga Kehidupan’

Entah karena minimnya persediaan kursi di setiap sudut Fakultas atau karena kebiasaan yang sudah mejadi tradisi. Anak-anak Satra Inggris sangat suka nongkrong di tangga yang semestinya menjadi jalur lalu lalang warga sastra. Tangga ini sampai diberi gelar ‘Tangga Kehidupan’ oleh salah satu angkatan Sastra Inggris. Konon katanya, tangga ini menjadi tempat bersantai yang paling nyaman saat sore hari, terutama sehabis waktu Ashar. Dari tangga yang terletak di dekat aula utama Mattulada itu, kita bisa melihat pemandangan yang cukup unik seperti lalu lalang mahasiswa lain, pepohonan, sampai kendaraan roda empat yang sering bingung mencari lahan parkir. Biasanya, ‘Tangga Kehidupan’ ini ramai pada saat musim hujan, karena tempat nongkrong yang satu ini dianggap tempat yang strategis untuk menikmati hujan.

4. Otaku dan K-Pop

Siapa bilang mahasiswa Sastra Inggris kiblatnya selalu kebarat-baratan? Di Sastra Inggris Unhas, kita bakal dibuat terkejut karena menemukan banyak penggemar K-Pop dan Anime Jepang loh! Bahkan pertemanan tak jarang dibentuk atas ketertarikan yang sama. Banyak mahasiswa Sastra Inggris yang juga mengambil kursus atau kelas tambahan Korea dan Jepang.

5. Penampilan

Setiap mahasiswa pasti memiliki cara berpenampilan yang mencerminkan pribadi mereka masing-masing. Nah, untuk anak Sastra, terutama Sastra Inggris Unhas, mayoritas kaum perempuannya sudah menggunakan jilbab dengan gaya kasual yang bervariasi. Kemeja, cardigan, dan celana jeans menjadi stuff yang paling mendominasi penampilan kaum hawa. Sedangkan untuk lawan jenisnya, terlihat lebih sederhana dengan kemeja, celana jeans dan rambut yang ditata seadanya. Namun, tetap ada segelintir kecil mahasiswa lain yang sangat memperhatikan penampilannya sampai terkadang banyak yang bingung akan kemana tujuan mahasiswa itu sebenarnya. Ke kampus? Atau ke Mall? Hehe

6. Tempat Makan Favorit

Kansas merupakan singkatan dari Kantin Sastra yang selalu menjadi incaran tempat makan siang bagi mahasiswa Sastra. Kansas ini menjadi salah satu destinasi utama penghilang lapar mahasiswa Sastra Inggris. Selain karena tempatnya yang dekat dengan gedung perkuliahan, harganya yang lumayan murah dan menu makanan yang beragam membuat siapapun tidak akan bosan untuk makan di sini. Selain itu, ada Warung Kolong yang menjual makanan yang lebih ringan seperti gorengan dan kopi. Warung Kolong sendiri sering menjadi tongkrongan senior-senior Sastra loh.

7. Tempat ber-Wifi Ria

Ada dua tempat yang menjadi andalan para penikmat internet gratisan, yang pertama di DPR, bukan Dewan Perkawilan Rakyat, tetapi istilah ini dibuat oleh salah satu angkatan Sastra Inggris yang hobi nongkrong di tempat yang berada di dekat gedung MKU ini. DPR sendiri merupakan singkatan buatan yang bermakna Di bawah Pohon Rindang, karena lokasinya yang strategis dan terhindar dari matahari, tempat ini menjadi pelarian mahasiswa yang sedang ‘gabut’ atau menunggu jam kuliah selanjutnya. Selain itu perpustakaan Ilmu Budaya juga menjadi tempat yang nyaman untuk mengakses wifi gratis, selain karena dilengkapi dengan pendingin udara, suasana yang tenang juga mendukung siapapun untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan urusan akademiknya di tempat ini.

8. Tidak Semua Pandai Bercakap Inggris

Mungkin oponi publik tentang mahasiswa Sastra Inggris itu merupakan mereka yang cakap dalam berbicara bahasa Inggris. Faktanya, tidak juga. Hanya segelintir mahasiswa di jurusan ini yang memiliki kemampuan dalam hal Public Speaking. Persoalannya terletak bukan karena ketidaksanggupan untuk belajar bercakap bahasa Inggris, melainkan dari pribadi, lingkungan dan tingkat kepercayaan diri mahasiswa itu sendiri. Rata-rata yang mampu bercakap dengan lancar adalah mereka yang rajin berlatih dengan berbagai cara mereka sendiri, ada yang mengikuti kelompok debat bahasa Inggris, belajar dari film barat, sampai menerapkan percakapan dalam bahasa Inggris dalam pergaulan mereka.

9. Sering Kedatangan Tamu dari Luar Negeri

Nah, kalau kamu ingin sekali bertemu dengan bule, tidak usah jauh-jauh ke luar negeri. Jurusan Sastra Inggris di Unhas cukup sering didatangi oleh beberapa fellow yang akan mengajar langsung ke dalam kelas-kelas selama enam bulan. Terbayang bagaimana serunya diajari langsung oleh native speaker?

10. Pusing Bacaan Barat

Semua mahasiswa sastra memang wajib memiliki buku bacaan. Apalagi jurusan Sastra Inggris yang selalu dituntut untuk rajin membaca novel barat. Tidak jarang juga mereka mendapat tugas untuk membaca dan menganalisis novel-novel sastra yang masih murni dalam bahasa inggris medium yang belum diterjemahkan. Untuk itu, menjadi mahasiswa Sastra Inggris harus rajin mengafalkan banyak kosakata baru setiap harinya, selain untuk mempermudah pemahanan akan perkuliahan yang mayoritas menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar, juga sebagai bentuk identitas akan statusnya sebagai mahasiswa Sastra Inggris sejati, alias bukan mahasiswa abal-abal yang mendadak awam saat ditanyai seputar bahasa Inggris.

Pada umumnya setiap fakultas dan jurusan memiliki hal-hal unik masing-masing. Sebenarnya tidak selalu harus dari segi bangunan, lokasi, karakter mahasiswa, fasilitas dan kegiataan yang berlangsung di dalamnya, keunikan itu lebih meyengkan jika tercipta secara alami atau mungkin dibentuk sendiri berdasarkan penyesuaian dari lingkungan sekitar.

Jadi, bagaimana? Sudah siapkah kamu menjadi penikmat atau pencipta keunikan itu sendiri?

Asa Bellia Audida

(Asabell Audida) Seorang mahasiswi perguruan tinggi Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Sastra Inggris (2014), aktif menulis fiksi remaja di wattpad.com/asabelliaa

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About Us