Kamu yang suka banget sama makanan pedas, pastinya bakal ngerasa gak afdol kalau makanan yang seharusnya bisa dipedasin malah gak pedas saat Kamu makan. Iya gak? Rasanya ada yang kurang aja gitu ketika lagi makan tapi gak pedas.

Dan bagi Kamu yang sama skali gak suka makan pedas, pastinya bakal geleng-geleng kepala saat melihat orang lain atau bahkan teman Kamu yang ketika makan pedas gak lagi ingat WC. Loh kok WC? Mereka yang suka pedas, ketika bertemu dengan makanan yang pedas banget, gak lagi ingat efek setelahnya yaitu keluar masuk WC.

Makan pedas emang bisa bikin kita keluar-masuk WC. Selain itu, efeknya juga bakal terasa banget di perut. Sensasinya, perut akan terasa panas dan gak nyaman. Taapiii.. itu buat mereka yang belum terlatih makan pedas. Bagi mereka yang sudah sering makan pedas, efek-efek seperti itu mah lewat.

Eittss.. Tapi tunggu dulu. Sudah menjadi hukum alam kalau segala sesuatu itu memiliki plus minus-nya masing-masing, termasuk makanan pedas. Selain beberapa efek yang telah disebutkan tadi, ternyata makanan pedas juga ada manfaatnya loh.

Segala jenis cabe (kecuali cabe-cabean) kaya akan capsaicin, yaitu senyawa komponen bioaktif yang bermanfaat banget bagi ketahanan tubuh terhadap infeksi. Nah, makan makanan pedas bisa membantu meningkatkan kinerja sistem imun tubuh sekaligus merangsang kerja jantung, ginjal dan paru-paru. Selain itu, makan makanan pedas juga bisa membantu menurunkan berat badan. Kok bisa?

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sensasi panas dari capsaicin mendorong kinerja metabolisme tubuh yang menghasilkan pembakaran lemak lebih optimal. Selain itu, studi lain juga mengungkapkan bahwa capsaicin punya efek termogenik yang bisa membuat tubuh membakar ekstra kalori selama dua puluh menit setelah makan. Wow banget kan. Tapi jangan jadikan makan pedas sebagai tujuan buat ngebakar lemak tubuh yah. Kudu rutin olah raga juga.

Nah, ngomongin soal makanan pedas, Sulawesi Selatan punya kuliner pedas yang khas loh. Apa sajakan itu?

1. Nasu Palekko

Nasu Palekko - bagooli.com
Sumber: kabarmakassar.com

Ini nih salah satu kuliner pedas yang banyak difavoritkan orang. Nasu palekko adalah kuliner pedas khas suku Bugis yang berbahan baku utama daging Itik. Itik yang digunakan pun bukan sembarang itik loh. Biasanya Itik muda adalah yang terbaik untuk membuat Nasu Palekko, biar dagingnya empuk. Kalau bikin Nasu Palekko pake daging Itik yang sudah tua, dagingnya malah jadi alot.

Nasu Palekko dibuat dengan perpaduan antara cabe yang banyak, bawang merah, bawang putih, jahe, sereh, garam, merica, ketumbar, lengkuas, dan bumbu rempah lainnya yang kemudian menyelimuti Itik yang telah dicincang dan dihilangkan bau amisnya. *Yaelah.. menyelimuti. Lu kira Itiknya lagi kedinginan?

Menu yang satu ini memiliki cita rasa yang khas ala pedasnya Sul-Sel. Sehingga pencinta pedas wajib banget cobain kuliner pedas ini. Karena rasanya… gimana yah.. rasa pengen nambah. Pedas tapi bikin nagih.

2. Dangkot

Bebek Dangkot - bagooli.com
Sumber: perutgendutdotcom

Dangkot juga salah satu kuliner pedas Khas Sulawesi Selatan. Seperti halnya Nasu Palekko, Dangkot juga berbahan baku bebek. Walau demikian, ada juga yang membuat Dangkot dari daging ayam. Jadi, buat yang penasaran dengan masakan yang satu ini namun gak suka makan Bebek / Itik, tenang aja karena ada versi ayamnya kok.

Sepintas, Kalau Kamu ngeliat Dangkot, pasti Kamu bakal mengira itu adalah Nasu Palekko. Karena tampilan mereka emang 11 12. Cuman yang membedakan, Nasu Palekko lebih agak berair sedangkan Dangkot lebih agak kering. Dari segi bahan pun, Dangkot lebih banyak rempahnya ketimbang Nasu Palekko.

3. Pa’ Piong

Pa' Piong - bagooli.com
Sumber: 2.bp.blogspot.com

Kuliner pedas khas Sulawesi Selatan selanjutnya adalah Pa’ Piong. Menu yang satu ini berasal dari Toraja. Pa’piong sendiri memiliki 3 jenis bahan baku utama, bisa dibuat dari daging Babi, ikan dan ayam. Dan penyebutannya juga mengikuti bahan dasar atau bahan baku apa yang digunakan. Maksudnya?

Simple-nya gini, kalau Pa’ Piong ini dibuat dengan menggunakan daging babi, yah disebutnya Pa’ Piong Bai. Kalau dibuatnya dengan bahan baku Ikan, maka namanya Pa’ Piong Bale. Dan kalau dibuatnya pake Ayam, disebut Pa’ Piong Manuk.

Apa yang unik dari pembuatan Pa’ Piong ini? Apa hayoo…

Pa’ Piong dimasak dengan menggunakan bambu. Hal unik lainnya dari menu ini adalah menggunakan Lombok Katokkon. Cabe khas Toraja yang pedasnya minta ampun. Walau demikian, ada juga yang memasak Pa’ Piong ini dengan tidak pedas. Yah bisa disesuaikanlah.

4. Laha Racci

Laha Racci - bagooli.com
Sumber: irhapunya.net

Kuliner Khas Sulawesi Selatan lainnya yang biasanya dibuat pedas adalah Laha Racci. Bila Nasu Palekko dibuat identik dengan pedasnya yang benar-benar bikin keringatan, Laha Racci ini lebih ke Pedas dan ada sensai Kecutnya.

Laha Racci ini dibuat dari Kerang dicampur dengan parutan kelapa dan cuka. Namun demikian, ada juga yang membuat Laha Racci dari ikan kecil-kecil. Makanan khas Sinjai ini banyak difavoritkan oleh mereka yang tinggal di pesisir dan sekitarnya. Yah, Laha Racci ini hampir-hampir miriplah sama sashimi-nya Jepang. Karena Makanan ini disajikan dalam keadaan mentah. Jadinya, sashimi ala Sinjai dong.

Nah, itulah tadi beberapa kuliner pedas khas Sul-Sel. Kalau Kamu jalan-jalan ke Sulawesi Selatan, jangan sampe terlewatkan yah buat nyicipin Nasu Palekko khas Pinrang dan Sidrap, Dangkot Khas Toraja, Pa’ Piong khas Toraja, Serta Laha Racci khas Sinjai.

Tapi, sebelum Kamu menyantap makanan pedas, ada baiknya Kamu minum susu dulu, sebagai pelindung lambung Kamu. Oh iya, perlu diperhatikan, jangan langsung makan pedas di saat lambung Kamu masih kosong. Ini untuk mencegah perih pada lambung.

Trus, kalau misalnya setelah makan pedas tapi sensasinya masih terasa, Kamu bisa menetralisir dengan meminum susu, atau meminum air hangat. Air hangat ini bisa membuat rasa pedas itu cepat hilang.

ila yahya

Personal Blog: www.ilayahya.com || Instagram: @ilayahya_ || Facebook : Ila Yahya || Youtube: ILA YAHYA || Twitter: @ilayahya_

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About Us