Rumah Kecil, Tempat Nyaman dengan Suasana Desa di Kota Makassar

 
0

Tinggal di kota Makassar yang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia, pastinya sudah sangat sulit menemukan tempat yang benar-benar memberikan suasana desa. Padahal terkadang, orang-orang kota merindukan suasana desa untuk menenangkan dan menyegarkan pikiran mereka. Kerjaan yang menumpuk, lalu lintas yang padat, polusi di mana-mana, serta gedung-gedung tinggi bertebaran menghiasi kota.

Apa yang dirindukan dari suasana desa tak lain adalah udara yang segar, sejuk, serta jauh dari kebisingan yang identik dengan kota. Mengapa orang-orang kota merindukan kampung halaman mereka? Yah, karena mereka ingin merasakan suasana seperti itu. Menghirup udara segar, mendengar kicauan burung dan suara serangga yang khas serta menikmati suara aliran sungai.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, di mana dapat menemukan tempat seperti itu di kota Makassar? Apakah masih ada tempat yang bisa membuat kita merasa tenang dan damai selayaknya kita merasakan suasana desa yang sejuk dan asri? Jawabannya adalah tentu saja ada.

Di area Makassar sendiri untuk merasakan udara segar di antara pepohonan, mungkin Kamu akan langsung mengingat UNHAS. Ketika masuk di kawasan yang di-klaim sebagai hutan kota ini, Kamu akan menghirup udara yang segar. Tapi Kamu tau gak sih, Kalau di Makassar juga terdapat tempat yang memiliki suasana yang nyaman layaknya suasana desa? Di mana hayooo…

Hhmm… Kamu pernah dengar tentang ‘Rumah Kecil’, gak? Itu tuh.. Cafe dengan konsep back to nature. Tempatnya keren dan adem banget. Berada di tempat ini, pikiran jadi fresh.

Rumah Kecil

Mengapa namanya Rumah Kecil? Apa yang unik dari tempat ini? Apa sih yang membedakan café ini dengan café lainnya yang ada di Makassar? Yuppzz.. Ketika Kamu pertama kali mendengar tentang Rumah Kecil, mungkin pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan muncul di benak Kamu. Iya gak?

Jadi, mengapa namanya Rumah Kecil, yah karena memang rumah yang dibangun di atas lahan seluas 500 meter persegi ini adalah sebuah rumah kecil yang hanya berukuran 2×3 meter. Kebayang gak, lahan seluas 500 meter persegi trus oleh pemiliknya hanya dibangun rumah seluas 2×3 meter dan sisanya adalah pekarangan / halaman rumah. Sudah punya gambaran gak, sekeren apa tempat ini, yang pekarangannya jauh lebih luas dibanding rumah tinggalnya.

Café yang terletak di Jl. Pannara Antang ini memiliki konsep terhadap kecintaan pada alam. Untuk bisa sampai di tempat ini, Kamu harus melewati tiap lorong kecil. Ketika Kamu menelusuri tiap lorong akan terlintas rasa penasaran, tempat seperti apa yang ada di ujung lorong ini? Dan ketika telah sampai, rasa kagum terhadap tempat itu akan muncul.

Awalnya Rumah Kecil tidak Dibuka untuk Umum

Haswadi Haruna atau yang dikenal dengan nama seni-nya Adi Doang bersama sang Istri telah tinggal di tempat ini sejak 9 tahun yang lalu. Memiliki pemikiran yang sama yaitu hanya ingin tinggal di rumah yang sederhana namun dekat dengan alam menjadikan konsep Rumah Kecil ini terealisasi.

Konsep pekarangan Rumah Kecil ini dibuat senyaman mungkin agar Haswadi dan istri tetap bisa menikmati sejuknya alam layaknya berada di desa walaupun berada di Kota yang identik dengan kebisingan, polusi dan sejenisnya.

Adanya kecintaan terhadap alam menjadikan Rumah Kecil ini senantiasa indah hingga saat ini. Fokusnya adalah pada keindahan alam. Selanjutnya, bangunanlah yang akan mengikuti keadaan lahan. Jadi maksudnya gini, mereka fokus pada penanaman tumbuhan dan perbaikan-perbaikan lainnya. Persoalan ingin menambahkan properti seperti kursi, meja, dan aksesoris lainnya akan disesuaikan dengan tata letaknya, kira-kira properti tersebut disisipkan di antara tanaman yang mana.

Awalnya Rumah Kecil ini direalisasikan hanya untuk pribadi. Agar keluarga yang datang dapat berkumpul bersama dengan perasaan yang nyaman di tempat ini. Dulunya Rumah Kecil ini hanya diperuntukkan bagi keluarga maupun orang-orang terdekat yang hendak merasakan sensasi bercengkerama dengan keluarga di tengah suasana alam yang sejuk.

Namun seiring berjalannya waktu, Haswadi memutuskan membuka Rumah Kecil ini untuk umum, tepatnya pada Maret 2016 lalu. Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa pemilik Rumah Kecil memutuskan membuka tempat ini untuk umum? Apakah untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan? Oh tentu tidak.

Haswadi dan keluarga sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadikan tempat ini sebagai sumber penghasilan. Justru tujuan mereka mulia, Rumah Kecil dibuka untuk umum agar orang-orang luar dapat merasakan sejuk dan asri-nya tempat ini. Agar orang-orang Makassar menyadari, ternyata masih ada tempat yang indah layaknya suasana desa yang berada di Kota metropolitan ini. Sehingga tak perlu jauh-jauh ke kampung halaman kalau hanya ingin merasakan suasana desa yang identik dengan alam terbuka yang asri dan sejuk.

Menu Makanan yang Sederhana

Sekali lagi, tujuan utama dibukanya Rumah Kecil untuk umum bukan sebagai sumber penghasilan utama. Sehingga Haswadi dan Istrinya tidak fokus pada menu yang beragam. Melainkan lebih ke penyediaan menu yang sederhana sebagai teman bersantai dikala pengunjung menikmati suasana Rumah kecil. Dan juga, agar pengunjung tidak terlalu ribet dalam memilih menu yang terlalu beragam.

Harga yang ditawarkan untuk setiap menu tentunya sangat-sangat terjangkau. Sehingga pengunjung tak perlu khawatir akan mengeluarkan budget yang banyak ketika berada di tempat ini.

Salah satu pemikiran dari pemilik Rumah kecil yang sangat bagus adalah, “jangan sampai raga berdekatan namun jiwa saling berjauhan“. Nah jadi gini, dulu di Rumah Kecil dipasangi wifi. Namun sejak dibuka untuk umum, sang pemilik memutuskan untuk mencabut wifi tersebut. Mengapa? agar pengunjung tidak sibuk dengan gadget masing-masing. Dan agar pengunjung dapat berinteraksi satu sama lain dengan lebih maksimal. Pokoknya jangan ada wifi di antara Kita, deh..

Pikiran jadi Tenang Saat Berada di Rumah Kecil

Mereka yang datang di Rumah kecil, selain karena penasaran dengan tempat ini juga karena memang tujuan mereka datang adalah untuk menenangkan pikiran. Udara yang segar, tumbuhan di mana-mana, suara khas dari kicauan burung, serta pemandangan sawah yang berada di dekatnya benar-benar menyejukkan mata dan membuat pikiran jadi fresh.

Selain itu, di tempat ini juga ada perpustakaan mini. Sehingga Kamu yang doyan baca buku, bisa menikmati kenyamanan tempat ini dengan membaca buku. Apalagi bila ditemani secangkir kopi dan ubi goreng, mantep banget deh.

Kolam Ikan Terapi

Salah satu hal yang spesial dari Rumah Kecil ini adalah adanya kolam ikan terapi. Bila di luar sana Kamu harus mengeluarkan budget 35rb/15menit untuk sekali terapi ikan. Nah di tempat ini, Kamu boleh menikmati terapi ikan ini sampai kaki Kamu bosan di kerumuni ikan. Dan ini gratis yah.

Bagi yang belum pernah melakukan terapi ikan, pasti akan ragu-ragu untuk mencelupkan Kaki. Secara, ikannya lincah-lincah yah. Baru juga kaki dicelupkan, ikan-ikan sudah pada mendekat sambil berdesak-desakan kayak lagi minta tanda tangan artis.

Beragam manfaat dari terapi ikan ini, di antaranya adalah membuat kaki jadi lebih rileks. Selain itu, sel-sel kulit mati yang ada di kaki Kamu juga akan terangkat karena ulah dari ikan-ikan mungil ini. Bagaimana sensasinya kaki dikerumuni ikan? Datang ke Rumah Kecil dan rasakan sendiri.

Nah, gimana? Penasaran gak dengan tempat ini? Adanya Rumah Kecil sebenarnya juga sebagai bentuk penggugahan dalam diri agar kesadaran Kita terhadap lingkungan muncul. Selain itu, juga mengajarkan Kita betapa pentingnya memelihara alam, menyayangi tumbuhan serta menghargai hewan.

 

Selain kepada-Nya, jangan terlalu percaya pada siapapun. Follow me on Instagram: @ilayahya_